11 Logika Sederhana Tentang Investasi di Saham Yang Perlu Kamu Tahu

yangpunya August 3, 2016 16

Masih banyak yang pesimis dan berpikiran negatif tentang berinvestasi di saham, semata karena terlalu banyaknya berita buruk yang beredar sementara berita bagus dan manfaat baik dengan berinvestasi di saham seolah diredam atau justru sengaja nggak mau didengar.

Kinda weird does it? Berita buruk malah lebih cepat disambut daripada berita baik?

Seperti halnya seorang teman bercerita bahwa teman kantornya menakut-nakutinya dengan berkata,”Jangan main saham! Nanti uangnya hilang!”
Padahal jelas teman saya ini sedang membuka portfolio sahamnya yang telah memberikan profit baik sebesar 25% selama 7 bulan terakhir.

Jadi, untuk mereka yang masih berpikir kalau berinvestasi di saham itu uang akan hilang, cobalah melihat 11 logika sederhana tentang saham ini.

1. Perusahaan Yang Terdaftar Bukan Perusahaan Yang Sembarangan

Ada banyak sekali perusahaan besar yang jelas namanya nggak asing lagi, seperti Unilever, Indofood, Ultra Jaya, Ace Hardware, Jasa Marga, Adaro Energi, PT PP, Waskita, dan lain-lain. Belum lagi perusahaan perbankan seperti Bank BRI, Bank Mandiri, Bank BCA dll.

Mendaftarkan perusahaan di Bursa Efek sama saja dengan memberikan kesempatan pada masyarakat luas untuk ikut andil dalam perkembangan perusahaannya sehingga bersifat terbuka, alias laporan keuangannya harus dilaporkan kepada public.

Kalau misalnya perusahaan-perusahaan besar seperti itu mengajak kita bersama untuk mengecap keuntungan perusahaannya dengan membeli saham mereka, bukankah itu hal yang baik?

2. Perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia produknya kamu pakai

Sebagian kecil perusahaan yang ada di bursa efek, sadar atau tidak, produknya sudah kamu pakai. Bahkan sejak puluhan tahun yang lalu.

Tahu BlueBand? Teh Lipton? Perusahaan produksinya bernama Unilever. Atau Susu UltraJaya? Atau ATM yang ada di dompet kamu? Percayakah kamu kalau perusahaan tersebut masih ada 10-20 tahun lagi?

Kalau percaya, kenapa tidak kita membeli sahamnya? Kalau nggak percaya, kenapa kamu sekarang masih memakai produknya?

Economiacentrosconacyt.mx
foto sumber: Economiacentrosconacyt.mx.com

3. Takut uang hilang? Uangnya akan hilang kemana?

Alasan paling aneh yang pernah saya dengar adalah: takut uangnya hilang. Hilang kemana?
Transaksi per hari di Bursa efek bisa mencapai 5-9 Trilyun loh. Bahkan ada waktu-waktu tertentu yang mencapai 15 trilyun. Investor asing sekalipun sering bertransaksi secara besar di bursa efek kita sampai ratusan milyar juga bahkan trilyunan.
Kalau misalnya memang system kita seburuk itu, kenapa yang transaksi bisa sampai trilyunan?

Uang kamu nggak akan hilang kok di bursa efek. Pendaftaran memiliki satu akun Sekuritas saja membutuhkan waktu 2-3 minggu karena prosedur yang ketat dan ribet. Belum lagi system yang terintegrasi secara canggih yang akan mendukung kamu dalam bertransaksi.

Bayangkan, ada berapa ratus ribu orang yang bertransaksi setiap hari dengan nilai trilyunan rupiah. Tentunya system yang digunakan bukan system sembarangan bukan?

Satu hal yang membuat uang kamu bisa hilang di bursa efek adalah kalau kamu menjual rugi saham kamu. Kalau masalah ini, sudah masuk ke pribadi masing-masing orang.
Kalau kamu merasa nggak butuh tambahan ilmu pengetahuan untuk mulai berinvestasi di bursa efek, kamu sendiri yang akan merugi. Jadi bukan salah sahamnya dong uang kamu hilang, tapi salah kamu sendiri yang salah investasi.

Edukasi diri kamu dahulu sebelum menjudge sesuatu yang kamu nggak mengerti sebagai lahan ‘uang hilang’.

4. Harga saham mahal, dan kamu butuh uang berpuluhan bahkan ratusan juta untuk berinvestasi di saham, kata siapa?

Masih banyak saham-saham yang terdaftar di Bursa Efek yang memiliki nilai di bawah Rp. 5.000,00. Artinya saham-saham tersebut bisa kamu miliki dengan modal dibawah Rp. 500.000,00 per lotnya. Satu lot saham yang dijual-belikan dibursa efek = 100 lembar saham. Saham-saham keren seperti Kimia Farma, Kalbe Farma, Waskita, PT PP, Adaro Energi termasuk ke dalam sederetan nama-nama perusahaan yang harga sahamnya masih di bawah Rp. 5.000,00.
Aces Hardware misalnya, harga sahamnya masih Rp. 1.000,00 –an. Artinya kamu bisa menjadi salah satu pemegang saham Ace Hardware dengan modal seratus ribuan.

5. Seluruh milyuner yang ada di Dunia berinvestasi di saham

Percayalah, semua milyuner yang ada di Dunia berinvestasi di saham, dan kamu tahu itu. Kalau sudah tahu, kenapa kita nggak ikut-ikutan cara para milyuner ini berinvestasi di pasar modal? Atau setidaknya satu hal kecil yang bisa kita lakukan adalah membeli perusahaan milik milyuner-milyuner ini sehingga kita bisa mendapatkan bagian atas profit perusahaannya. Kenapa tidak?
Bursa efek memungkinkan hal itu kok.

6. Sudahkah kamu mengenal dan memahami dengan yang namanya Inflasi?

Kalau misalnya kamu berpikir uang kamu akan hilang di Bursa Efek, bagaimanakah dengan inflasi? Inflasi datang tidak terlihat, namun nyata. Senyata kenaikan harga-harga barang yang ada di sekitar kita namun tidak berimbang dengan kenaikan gaji kamu. Jadi jangan heran kalau kamu merasa gaji kamu naik tapi kok malah gaya hidup kamu tidak membaik.
Inflasi adalah sebenarnya musuh dalam selimut kamu, dan investasi di saham justru malah bisa menyelamatkan kamu dan membantu kamu mencapai tujuan keuangan kamu tanpa extra kerja.

greatwealthsolutionresize
foto sumber: greatwealthsolution.com

7. Kalau investasi di saham itu adalah riba, kenapa ada saham syariah?

Untuk kamu yang berpikir investasi di saham adalah riba, apakah kamu benar-benar mengerti riba itu apa? Dan kalau memang investasi di bursa efek itu tidak syariah, kenapa nggak dilarang sama MUI? Kenapa malah banyak saham-saham yang berbasis syariah dan bahkan aplikasi jual-beli saham secara syariah juga ada? Edukasikanlah diri kamu dahulu sebelum menjudge sesuatu yang sebenarnya kamu tidak mengerti. Bukankah menilai sesuatu tanpa dulu kamu memahami itu namanya sudzon?

8. Inflasi bahan kebutuhan pokok itu tinggi, dan saham adalah salah satu jenis investasi yang bisa mengejar inflasi.

Dengan pemilihan saham yang tepat, kamu bisa mendapatkan profit sebesar 100% bahkan 200% per tahun dari saham-saham tertentu tanpa kamu harus melihat chart setiap hari, cukup dengan menabung saja. Dan kebutuhan kamu menabung saham ini tidak lain untuk menyelamatkan uang kamu dari jahatnya inflasi. Kalau kamu merasa memiliki kebutuhan akan rumah, dana pendidikan anak, dana pensiun atau sesedikitnya ingin memiliki taraf kehidupan yang lebih baik dari sekarang, mulailah berinvestasi di saham, Cukup menabung saja, dan lihat hasilnya bagaimana dengan inflasi.

9. Negara kita masih berkembang artinya saham-saham kita juga masih terus berkembang.

Kalau kita lihat di sekeliling kita, maka kita akan melihat banyaknya bentuk pembangunan yang sedang dilaksanakan. Itu bisa kita artikan dalam 2 hal: pembangunan masih terus terjadi dan kita bisa beli saham-saham perusahaan konstruksinya tersebut.
Pada Negara-negara adi kuasa, harga saham sudah cenderung sangat tinggi dan resikonya jauh lebih besar. Jadi melihat keadaan Negara kita yang masih berkembang, adalah sebenarnya kesempatan yang sangat baik untuk berinvestasi sekarang.

10. Pemerhati Bursa Efek Indonesia masih kurang dari 500.000 orang

Dan jumlahnya terus bertambah secara eksponensial. Bayangkan kalau pemerhati Bursa Efek sudah berjumlah 1 juta penduduk, atau 2 juta penduduk. Yang mana akan dengan mudahnya terjadi dalam waktu 5 tahun mendatang. Bukankah itu artinya saham-saham pilihan kamu akan ikut terangkat karena semakin banyak orang yang merasakan manfaat baiknya berinvestasi di saham?

11. Kamu nggak harus mengerti chart atau trading setiap hari untuk bisa memiliki keuntungan besar dari Saham.

Warren Buffet, adalah pemilik saham beberapa perusahaan besar di Amerika. Dan beliau bukan tipe orang yang akan trading atau melihat chart setiap hari. Yang Warren Buffett lakukan adalah dia menabung selama puluhan tahun di saham-saham yang ia tahu akan memberikan imbal balik yang besar.

“Investing in the stock market is like watching a tree grow. It takes time”
Jadi kalau kamu bermental instan, dan berpikir kalau kaya mendadak itu nggak apa-apa dan bukan riba, maka investasi di pasar modal bukan untuk kamu.

net worthnya warren
foto sumber: valuewalk.com

Layaknya produk investasi, baiknya juga kita pelajari terlebih dahulu kelebihan dan kekurangannya, sebelum kamu memutuskan untuk berinvestasi di pasar modal. Tanyakan pada yang ahli, jangan bertanya pada mereka yang merugi. Karena walau harganya naik turun, saham kamu nggak akan hilang kok. Cuma kamu hanya perlu menunggu saja sampai harganya naik kembali kalau sampai harga awal kamu beli dengan harga sekarang malah lebih rendah harga sekarang.

Ikuti pelatihan gratisnya, banyak kok. Karena jelas, kalau kamu hanya berharap pada kenaikan gaji dan enggan berinvestasi, percayalah, kebutuhan kamu nggak akan pernah cukup.

Sekian artikel dari saya. Bila ada pertanyaan atau ingin berkonsultasi langsung dengan penulis, anda dapat mention penulis via twitter di @fioneysofyan atau bisa mengirimkan email ke admin@fioneysofyan.com

Foto sumber: Bursa Efek Indonesia

16 Comments »

  1. lies August 6, 2016 at 11:32 AM - Reply

    Hai Mba..
    Bacaan asik di hari sabtu..
    Terima kasih selalu berbagi..

    • yangpunya August 21, 2016 at 1:59 PM - Reply

      Terima kasih Mba Lies selalu setiiaaaaa sama tulisan-tulisan sayaaaa

  2. Hendri August 7, 2016 at 8:05 PM - Reply

    tantee, ini saya Hendri loh, saya sedang bingung tan,

    jadi saya ini kan usia 21 mau ke 22 tan, belum ada npwp

    nah menurut info dari trader dan investor, saham kan sudah dipotong pajak penjualan bersifat final sebesar 0,1% pas dijual, jadi kalau lapor SPT Tahunan ataupun SPT Masa itu penghasilan nihil tan alias kalau trading for a living cuma bayar pajak penjualan aja tuh ga perlu bayar pajak penghasilan

    nah disini tante masalahnya,

    jadi saya ni usia hampir 22, masih mahasiswa, belum bekerja, belum punya penghasilan (saham dikategorikan investasi bukan penghasilan tantee)

    nahh jadi saya liat tuh saya tidak memenuhi syarat2 membuat npwp tann

    lalu saya liat ternyata banyak orang2 yang belum bekerja itu ditolak pembuatan npwpnya oleh kantor pajakk

    nah kalau begini saya ini wajib bikin npwp tidak tan??? ( kalau saya trading for living sampe seterusnya alias ga kerjaa )

    bingung saya tanteeeeeeee T.T

    • yangpunya August 21, 2016 at 2:00 PM - Reply

      Nanti aku bikin artikel khusus buat Hendri tentang Pajak dalam saham dan NPWP yak

      • Hendri August 22, 2016 at 9:59 PM - Reply

        wah iya tan makasih loh hehehe, btw aku kayaknya mau ikut tax amnesty nih, biar laporin saham sampai tanggal 31 des 2015 , papa saya jg ikut karena ternyata ada 1 aset belum masuk ke spt nih tann

        • yangpunya August 30, 2016 at 11:57 AM - Reply

          lapor aja.. tapi nanti di halaman 6 atau 7 (aku lupa persisnya) ada tulisan: sudah direalisasikan atau belum: isinya belum ya. Karena realized profit atau loss belum terjadi sampai kita menjual sahamnya. Sementara untuk fee jual dan fee beli sudah ada pemotongan pajak dari situ. Jadi tehnis Hendri udah bayar pajaknya saham

          • Hendri September 16, 2016 at 11:11 PM -

            tante kalau bikin npwp di bagian pekerjaan isinya apa ya, saya kan gak kerja, duit asalnya dari saham, bingung jadinya saya tan…
            hehehe

          • yangpunya September 17, 2016 at 9:32 PM -

            ya isinya pelajarlah. Ada kok pilihannya. Atau yang keren aja sekalian Hen : pedagang saham

          • Hendri Wijaya September 19, 2016 at 9:57 PM -

            wah telat tan tadi saya sudah bikin

            tapi tidak ada pilihan pelajar T.T

            akhirnya pilih pegawai swasta

            tapi dibagian penghasilan isinya kurang dari 2 juta sih hehehe

            sedang proses isi form tax amnesty tann

  3. yangpunya September 27, 2016 at 2:58 PM - Reply

    Pokoknya udah punya ya Hen 🙂

    • Hendri September 28, 2016 at 10:53 AM - Reply

      udah tan, ini baru selesai dari kantor pajak, lega bener udah dapet tanda penerimaan, tinggal tunggu 10 hari, wkwk

  4. Hendri October 1, 2016 at 7:25 AM - Reply

    tante, saya kebingungan ini

    jadi saya ada melihat 2 artikel nih tan ttg pajak bagi investor saham,

    di 2 artikel itu isinya berbeda

    artikel 1.

    kalau kita trading for living harus lapor SSP tiap bulan dengan penghasilan nihil,

    tapi saya liat e-billing itu tidak ada pilihan JENIS SETORAN 406 (pph saham)

    artikel 2.

    Baik itu pajak penjualan saham maupun pajak dividen, keduanya sudah secara otomatis dipotong dari nilai portofolio, setiap kali anda menjual saham dan memperoleh dividen. Karena itulah, jika sumber penghasilan anda murni hanya dari investasi saham, maka SPT anda setiap tahunnya berstatus nihil, karena anda tidak perlu membayar pajak apapun lagi. Namun demikian anda tidak perlu khawatir, karena pada kenyataannya anda justru sudah membayar pajak yang jauh lebih besar dibanding orang lain yang bukan investor.

    Namun sebagai wajib pajak, anda tetap harus mengisi SPT, dan di SPT tersebut anda tinggal mencantumkan berapa nilai portofolio investasi anda (saham + dana cash, jika ada) pada akhir tahun, yakni per tanggal 31 Desember, dan datanya bisa minta ke sekuritas. Anda tidak perlu mencantumkan nilai keuntungan/kerugian dari setiap transaksi jual beli saham yang anda lakukan, ataupun berapa Rupiah dividen yang anda terima. Tapi untuk dividen ini boleh juga dicantumkan, dan sekali lagi anda bisa minta datanya ke sekuritas, dimana disitu juga sudah terdapat informasi pajaknya (yang secara otomatis sudah anda bayar).

    bingung tan wkkw

    kalau tante itu lapor saham beserta pph yang sudah dibayar itu gimana prosesnya? apa cukup di SPT aja atau gimana ya wkwk

  5. Hendri October 1, 2016 at 9:09 PM - Reply

    tan, kayaknya saya kapan2 mau dateng ke KPP mau tanya2 ke Account Representative saya aja deh daripada bingung2 wkkwkw

    • administrator October 3, 2016 at 6:28 PM - Reply

      huahahahahahahaha,,, iya deh nanti aku bikinin ya artikelnyaaahh

      • Hendri Wijaya October 7, 2016 at 4:47 PM - Reply

        hih tante fotonya baru ya, kayak anak muda ih, daftar donk daftar WKWKWKWKWKWKWKWKWKWKWK

        • administrator October 12, 2016 at 10:39 AM - Reply

          hush! ini Selfie pertama yang sukses tahuuu

Leave A Response »