12 Perusahaan Besar Ini Sudah Bisa Kita Miliki Dengan Harga Dibawah 5.000 Lho

administrator February 9, 2016 2

Ternyata masih banyak sahabat dan teman-teman saya yang beranggapan bahwa investasi di pasar modal memerlukan biaya yang besar. Mulai dari puluhan juta hingga ratusan juta, sehingga saham adalah ‘mainan horang kayah’. Dan pertanyaan yang paling sering timbul adalah “Berapa sih harga paling murah kalau kita ingin membeli saham?”

Harga nominal 1 lembar saham ada yang mulai dari Rp. 50,- lho. Atau per lot-nya sekitar Rp. 5.000,00. Tapi saya nggak akan membahas tentang si saham perusahaan ini. Karena ribet dan ada beberapa nama yang udah nggak favorit lagi dan ga perlu dilihatlah.

Tapi, ada juga perusahaan-perusahaan besar yang namanya kita kenal dan kita tahu (atau setidaknya pernah mendengar) namanya prestigius, bisa dipercaya dan boleh dipertimbangkan sebagai pilihan saham untuk kita koleksi.

Sekedar catatan: pembelian minimal jumlah saham yang beredar adalah 1 lot atau setara dengan 100 lembar saham. Jadi kalau teman-teman berpikir mau membeli saham yang akan saya sebut dibawah ini, jangan lupa dikalikan 100 ya.

Nah, perusahaan-perusahaan apa sajakah itu?

1. PT Ace Hardware Indonesia, Kode saham : ACES, Harga per lembar saham Rp. 800,-

Siapa yang nggak tahu Ace Hardware? Tempat paling nyaman di mall untuk membeli segala perkakas kebutuhan rumah tangga. Mulai dari perkakas dapur, lampu sampai perlengkapan outdoor, Ace Hardware tempat yang paling pas untuk mencarinya. Harga sahamnya, sangat terjangkau loh ternyata.

2. PT Mitra Adhi Perkasa, Kode saham : MAPI, Harga per lembar saham Rp. 3.850,-

Zara, Manggo, Starbucks, Burger King, Mark & Spencer, Next, Krispy Creme adalah sedikit dari beberapa gerai yang berada di bawah pengasuhan PT. Mirta Adhi Perkasa. Mau jadi pemilik Zara dan Starbucks? Gampang! Beli saja sahamnya.

3. PT Pembangunan Perumahan (Persero), Kode saham : PTPP, Harga per lembar saham Rp. 4.000,-

Sering kesel karena macet? Mungkin hal ini bisa membantu.

Coba perhatikan baik-baik logo perusahaan besar apa yang ‘bertanggungjawab’ atas kemacetan Jakarta atau daerah yang biasa KITA lewati.

Salah satunya pasti PT PP. PT PP adalah salah satu dari sekian perusahaan yang bertanggung jawab atas pembangungan beberapa proyek fly over baik untuk jalur TransJakarta seperti dari arah Mayestik sampai Ciledug, atau beberapa jalur MRT, yang tentunya bekerja sama juga dengan beberapa perusahaan lain, yang tersebar di seantero Jakarta. Bahkan beberapa proyeknya menyebar di seantero Nusantara.

Daripada kita mengeluh macet, kenapa tidak kita membeli perusahaannya? Sehingga dengan demikian kita bisa berkata,”Hei itu perusahaan gue loh yang lagi kerja,” Otomatis akan ada profit juga yang kita terima dari capital gain setiap tahunnya, dan perubahan mindset seperti ini saya yakin bisa mengurangi juga emosi kesal akibat macet gara-gara PT PP, bahkan mungkin malah bangga.

4. PT Adaro Energy, Kode saham: ADRO, harga per lembar saham: Rp. 520,-

Kalau kita memasuki daerah Kuningan dari arah Mampang, maka gedung Adaro akan berdiri gagah di sebelah kiri. Siapa yang nggak tahu Sandiaga Uno? Memang beliau sudah mengundurkan diri sebagai salah satu direksi Pt Adaro Energy, namun keberadaan Adaro sebagai salah satu perusahaan tambang swasta terbesar, sangat melekat dan identik dengan Sandiaga Uno.

Kalau kita tidak bisa menjadi seperti Sandiaga Uno, kenapa tidak kita memiliki sebagian kecil perusahaannya dengan membeli sahamnya? Memang untuk saat ini harga batu bara sangat buruk. Tapi jangan lupa, pemerintah masih memerlukan pasokan batu bara untuk pembangkit tenaga listrik. 80% pembangkit tenaga listrik di Indonesia masih mempergunakan bahan baku baru bara sebagai bahan bakar-nya. Kalau kebutuhan batu bara menurun, apa kebutuhan listrik kita menurun juga? Suka atau tidak, kita masih membutuhkan batu bara sebagai bahan bakar pembangkit tenaga listrik kita.

5. PT Telkom, Kode saham: TLKM, Harga per lembar saham Rp, 3.200,-

Perusahaan telekomunikasi kita ternyata harga sahamnya juga masih di bawah Rp. 5.000,- loh. Tertarik untuk memilikinya?

6. PT Ultra Jaya, Kode saham: ULTJ Harga per lembar saham Rp. 3.800,-

Siapa yang nggak tahu susu berkarton biru dengan gambar sapi lucu yang menengok ke kiri? Bahkan ada kemasan mininya juga yang disukai anak-anak dan sering dijadikan isi goody bag. Dan ternyata Susu Ultra Jaya ini harga per lembar sahamnya juga masih sangat terjangkau. Bisa dijadikan salah satu alternative kepemilikan saham untuk investasi jangka panjang, karena 4 tahun yang lalu harga sahamnya masih dikisaran Rp. 1.600 – Rp. 1.800,- Menarik bukan?

7. PT Wijaya Karya, Kode saham: WIKA Harga per lembar saham Rp. 3.200,-

Salah satu perusahaan konstruksi yang juga gencar membangun jalan-jalan fly over dll adalah PT. Wijaya Karya. Yup! Yang bikin macet Jakarta juga. Mungkin teman-teman tertarik memilikinya?

8. PT. Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk., Kode saham: AISA Harga per lembar saham Rp. 1.035,-

Ibu-ibu pasti tahu beras Cap Jago atau cemilan Taro? Mie Kremez, Ayam2telur adalah sebagian kecil dari produknya. Perusahaan ini adalah penghasilnya. Dan salah satu dari sekian perusahaan yang sahamnya bisa kita miliki dengan harga Rp. 1.050,- Bagaimana menurut teman-teman akan prospek perusahaan ini? Kalau kita sering atau adalah pengguna produknya dan percaya perusahaan ini bakal masih ada 10 tahun lagi, kenapa tidak?

9. PT. Nippon Indosari Corpindo, Kode saham: ROTI Harga per lembar saham : Rp. 1.200,-

Kalau pagi-pagi di kompleks perumahan saya, sekitar jam 7-an, akan ada penjaja roti keliling dengan sepeda dan nyanyian khasnya “Sari Roti, Roti Sari Roti,” plus alunan lagu sederhana. Pendek, namun akan terus kita ingat karena sudah menjadi ciri khasnya dalam memanggil pembeli. Dan ternyata, harga rotinya jauh lebih mahal daripada harga per lembar sahamnya. Sekarang bagaimana prospek kebutuhan akan roti di Indonesia?

10. PT. Lippo Karawaci Tbk., Kode saham: LPKR, Harga per lembar saham Rp. 1.040

Siapa yang tidak tahu daerah Lippo Karawaci? Salah satu area property terbesar dan paling sukses dari Grup Lippo. Bahkan sekolah terbaik seperti Universitas Pelita Harapan ada di sana. Surprisingly harga per lembar sahamnya ternyata masih seribuan. Kata siapa perusahaan besar harga sahamnya nggak terjangkau?

11. PT. Kimia Farma Tbk., Kode saham : KAEF, Harga per lembar Rp. 1.120

Kalau kita sakit, pastinya perlu obat. Kimia Farma adalah salah satu perusahaan farmasi terbesar di Indonesia, yang juga memproduksi oba-obatan generik yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan obat peserta BPJS.

Dan harga 1 lot sahamnya, yah bisa buat beli 2 cup grande kopinya gerai kopi yang di mall mall itu tuh. Lumayan, malah dapat saham.

12. PT. XL Axiata Tbk., Kode saham : EXCL, Harga per lembar Rp. 4.000

Salah satu provider telekomunikasi ini ternyata juga harga per lembar sahamnya masih terjangkau.

Ada sedikitnya 520 perusahaan yang terdaftar di bursa efek saat ini, yang tentunya adalah perusahaan-perusahaan besar, baik BUMN maupun Swasta. Tinggal bagaimana kita bisa memilih perusahaan-perusahaan tersebut sesuai dengan kebutuhan investasi jangka panjang kita demi masa depan yang lebih baik. Atau dengan kata lain, kita menabung di saham.

Namun yang jelas, investasi di pasar modal jauh lebih baik dan masih terjangkau, dibanding alternative investasi jenis lain, kalau kita paham dan mengerti perushaan mana yang layak untuk dikoleksi sebagai tabungan investasi.

Disclaimer: pada saat artikel ini dibuat, harga saham yang tertera adalah demikian adanya. Bila ternyata dikemudian hari ada perubahan harga lebih tinggi atau lebih rendah, harap dimaklumi karena memang pergerakan harga saham berubah terus per hariannya.

Daftar perusahaan ini bukan rekomendasi, hanya sebagai contoh. Kalau ternyata teman-teman ingin membeli saham perusahaan tersebut, resiko yang timbul bukan tanggung jawab saya ya.

Sekian artikel dari saya. Bila ada pertanyaan atau ingin bertanya langsung dengan penulis, anda dapat mention penulis via twitter di @fioneysofyan atau bisa mengirimkan email ke admin@fioneysofyan.com

Terima kasih. Namaste.

foto sumber: Bursa Efek Indonesia

2 Comments »

  1. Pratiwi Hamdhana February 9, 2016 at 2:52 PM - Reply

    Aku lg ngumpulin PTPP, naik terus nih

    Cuman lagi sedih ngeliat ERAA, waktu lagi hampir 1.000 ( pas beli cuman 300an ) ga dijual, skrg turun di 500 dan mulai ragu apa tetap di keep atau dilepas :/

    • administrator February 9, 2016 at 7:52 PM - Reply

      Waaahhh kamuh hebat Mbaaaa.
      Mba seperti pembicaraan kita terakhir sama si Mbok di fX. Simpen aja dulu. ERAA memang sekarang lagi kurang bagus, mau dilepas juga udah tanggung. Tapi nanti akan kembali ke asal kok karena bekingnya kan Astra 😉

      Dan Mba aku wanti wanti buat nabung aja dulu, jangan trading. Nanti kalau Mba udah nggak keliling dunia kta ngobrol lagi yaaa..

      Salam sayang dari Jakarta

Leave A Response »