7 Karakter Orang-orang yang Bebas Hutang

administrator June 2, 2014 1

Tanpa sengaja saya membaca oleh sebuah artikel yang menarik yang ditulis oleh Dave Ramsey dalam blognya, yang berjudul 7 Characteristic of Debt Free People. Atau dalam bahasa Indonesianya, 7 Karakter orang orang yang Bebas Hutang.

Siapa yang mau bebas hutang?

Setidaknya kita pernah atau mengenal seseorang yang terlibat hutang. Mulai dengan yang sesederhana hutang kartu kredit dan pinjaman personal, sampai hutang-hutang KPR dan kendaraan bermotor, atau hutang lain yang lebih berat.

Masing-masing kita pasti familiar dengan yang namanya hutang.

Namun ternyata ada beberapa orang yang memang ‘nyaman’ dengan hutang, dan malah menjadikannya gaya hidup. Kemudian terakhir malah mengeluhkan bagaimana hutangnya yang membelit tidak bisa lagi dibayar dengan pendapatan bulanan, sehingga berakhir dengan tabunganpun tidak ada, apalagi memiliki investasi.

Agar kita bisa terbebas dari hutang, ada baiknya kita menilai diri kita sendiri, melalui artikel yang ditulis oleh Dave Ramsey ini.

Apakah kita memiliki 7 karakter orang-orang yang bebas hutang?

1. Bijaksana
Orang yang bebas hutang memperlakukan hutang seperti layaknya ‘penyakit kulit’ . Atau istilahnya, mereka tidak memaksakan membeli sesuatu, hanya karena masih ada sisa limit kartu kredit, atau bisa bayar cicilan minimal dari kartu kredit.

Pada dasarnya orang-orang ini meyakini benar bahwa hutang bukanlah alat yang bisa dipergunakan untuk bisa ‘memaksakan’ diri dalam membeli atau memiliki sesuatu. Kesadaran antara apa yang kita butuhkan dan apa yang kita inginkan, menjadi sangat jelas perbedaannya.

2. Sabar
Orang-orang yang ingin sekali keluar dari jeratan hutangnya akan dengan santai melewati gerai sepatu sale atau promosi tv baru yang terpampang di display mall atau pusat pembelanjaan lainnya.

Kenapa?
Sesederhana karena orang-orang ini menyadari kalau benda-benda ini bisa menunggu. Sikap impulsive dan pembelian yang terburu-buru adalah sahabat terbaik hutang.

3. Rasa Percaya diri yang tinggi
Orang-orang yang sedang berusaha keluar dari hutang, sama sekali tidak akan peduli akan apa kata orang lain. Dan kita tahu bahwa kita berada di dalam jalur yang benar, ketika teman-teman kita yang banyak hutang justru malahh menertawakan kita.

Boleh jadi teman-teman di sekeliling kita tampak keren dan mamer sepatu baru yang dibeli, makan di tempat yang fancy, pergi ke sana ke sini, dll. Apakah kita akan gigit jari? Kemudian iri?

Lalu kemudian apa? Memaksakan pergi atau membeli untuk kemudian menambah hutang menggunung, demi memuaskan si ego agar iri tidak ada? Haiizzz.. >_< iri kok dipelihara?

Mengeluarkan diri dari hutang memang membutuhkan perubahan gaya hidup yang drastis. Yang juga berarti kita tidak akan pernah bisa berhasil bebas hutang, apabila kita tidak memiliki mental yang benar-benar dipersiapkan untuk kondisi ini, dan rasa percaya yang tinggi dalam menemukan kedamaian finansial.

Kedamaian finansial.. langsung tergambar nikmatnya bebas hutang bukan?

4. Goal Driven
Sebenarnya ini bukan pemikiran yang sulit. Bebas hutang itu sendiri adalah suatu tujuan dan bagaimana kita di drive atau dijalankan oleh tekad untuk menjadi bebas dari hutang itu sendiri. Masalahnya, apa kita benar-benar mau bebas hutang atau masih mencari-cari alasan untuk berhutang?

Yup! Sebagian dari kita, mengakuinya atau tidak, sangat suka untuk berhutang dan berhutang lagi dan berhutang lagi, apapun alasannya.

Dan tentunya orang-orang yang siap bertekad kuat untuk bebas hutang ini memiliki perencana dan map sehingga prosesi jalan pembebasan hutangnya mereka terarah dan terencana.

5. Responsible
Melepaskan diri dari hutang membutuhkan rasa tanggung jawab yang tinggi dan kedewasaan sikap. Dua hal yang selaras dan seirama benar dengan kesabaran.

Semua hutang bisa lunas kok dan terselesaikan dengan baik 🙂 walau perlu waktu dan kesabaran.
Dan kedewasaan sikap di sini tidak ada hubungannya dengan usia. Pada saat kita menjadi orang yang bertanggung jawab dengan hutang yang kita miliki, kita akan memiliki keinginan untuk secepat mungkin melunasinya agar bisa mulai berinvestasi untuk masa depan diri kita sendiri dan anak-anak.

6. Tidak Materialistis
Bicara tentang materialistis kemudian bukan berarti kita memiliki mobil mobil keren yang menumpuk di garasi atau punya rumah sebesar-besarnya dengan 8 kamar tidur. Yang penting bagaimana kita dapat hidup dalam keselarasan pendapatan dan pengeluaran dan masih bisa membantu sanak saudara yang membutuhkan.

Lagi-lagi sifat materialistis ini bisa mempengaruhi siapapun, orang kaya maupun yang sederhana hidupnya. Sikap hidup yang mengerti bahwasanya barang-barang yang kita beli adalah apa yang benar-benar kita butuhkan, bukan karena lapar mata. 🙂

7. Mereka adalah orang-orang yang mau membuat pengorbanan

Makan diluar, tv berbayar, nonton di cinema setiap weekend, mungkin adalah contoh dari beberapa pengorbanan yang dilakukan oleh mereka demi bebas hutang. Hal-hal yang berbau konsumtif langsung dihindari dan dihilangkan.

Tapi tentunya harus kita ingat : Budget cuts ini hanya sementara.

Yang penting dan perlu diingat di sini kalau kita harus selalu termotivasi dan melakukan sesuatu yang baik demi bebas hutang.

If you want to get out of debt, you can get out of debt—no matter how much money you owe. Even if you don’t think you’re particularly strong in all of these characteristics, you’ll be amazed at how your perception of “wants” and “needs” will change once you start the Baby Steps. – Dave Ramsey

Kita semua bisa kok. Dan pasti bisa. Asal mau 🙂

Pada saat kita menjadi termotivasi, passionate dan bahkan sedikit marah karena ingin cepat cepat bebas dari hutang-hutang ini, artinya kita sudah siap dan mau untuk melakukan apapun, demi kedamaian finasial dari hutang.

And everything else will take care of itself 🙂

Untuk lebih jelasnya lagi, artikel Dave Ramsey dapat dibaca di sini >>
Dave Ramsey 7 Characteristics of Debt-Free People

Sekian artikel dari saya. Bila ada pertanyaan atau ingin berkonsultasi langsung dengan penulis, anda dapat mention penulis via twitter di @fioneysofyan atau bisa mengirimkan email ke admin@fioneysofyan.com

One Comment »

  1. anto March 8, 2018 at 8:32 AM - Reply

    artikel yang informatif. Thanks

Leave A Response »