Antara Capital Gain dan Deviden

administrator September 27, 2015 0

Ada pertanyaan menarik dari seorang teman tentang capital gain dan deviden (atau yang bener dividen) reksadana, apakah kita menerimanya juga kalau instrumen investasi efek yang kita miliki adalah reksadana dan bukan saham?

Sebelumnya mari kita ulas dulu sedikit tentang pengertian dari capital gain dan deviden (atau dividen lebih tepatnya):
1. Capital Gain
Berasal dari kata Capital yang berarti modal atau modal dasar, dan Gain artinya kenaikan.
Jadi capital gain arti sederhananya: ada kenaikan harga dari modal dasar yang kita miliki, sewaktu kita membeli saham atau reksadana.
Misal: hari ini tanggal 1, kita membeli reksadana atau saham seharga Rp. 50.000,00 ,ternyata 2 hari kemudian harganya naik Rp. 1.000,00 dari modal dasar menjadi Rp. 51.000,00. Jadiii Capital Gain yang kita dapatkan adalah sebesar Rp. 1.000,00

2. Deviden atau Dividen
Kata yang sebenernya berasal dari kata divide atau bagi. Jadi arti sederhana dari deviden atau dividen adalah bagi-bagi, alias perusahaan dimana kita memiliki saham, membagikan porsi keuntungan perusahaannya ke kita, sesuai dengan jumlah saham yang kita miliki.
Contoh: perusahaan ABCD memiliki profit tahunan sebesar Rp. 180 milyar rupiah. Ternyata saham yang beredar di bursa hanya 10% dari nilai perusahaan. Jadi jumlah nominal yang dibagikan ke pemegang saham di bursa adalah 10% dari Rp. 180 milyar, atau sebesar Rp. 18 milyar. Nah 10% ini terbagi dalam berapa saham? Kalau ternyata jumlah saham perusahaan ABCD yang ada di bursa itu 10% nya adalah 100 juta lembar saham, maka artinya per lembar saham yang kita terima adalah Rp. 180,- atau 1 lotnya kita terima deviden sebesar Rp. 18.000,00.

Itulah sebabnya kenapa kira-kira kok deviden yang kita terima kecil-kecil.. dengan kata lain.. ya eyalaaahh.. jumlah saham yang beredar di bursa efek tentang perusahaan tersebut ada berapa banyak? 😀

Tapi mungkinkah kita hidup dari deviden saja? Bisa. Sangat mungkin. Dengan catatan tentunya jumlah saham yang kita miliki mesti besar juga. Ada ga orang Indonesia yang hidupnya dari mengambil deviden saja? Ada. Namanya Lo Kheng Hong (Google deh namanya 🙂 )

Pembagian deviden ini bisa 2 macam, yaitu dengan memberikan deviden secara tunai, di mana kita nanti bakal dapet surat pemberitahuan dari sekuritas tempat kita membuka akun online trading, dan nantinya nilai nominalnya akan terlihat dalam portfolio akun sekuritas kita. Jadi langsung dikreditkan secara otomatis.

Satu lagi adalah dengan pemberian deviden berupa saham, atau deviden saham. Alih-alih mendapatkan jumlah tunai, jumlah saham kita yang di tambah, jadi bukan nilai tunai yang kita terima.

Mana yang lebih diuntungkan? Deviden tunai atau deviden saham? Tergantung nilai atau valuenya masing-masing 🙂

Kembali ke pertanyaan awal: kalau kita beli reksadana, apakah kita akan mendapatkan deviden? Dan bisa ga kita ambil capital gainnya saja untuk membeli lagi reksadana kita sehingga jumlah unit kepemilikan kita bertambah?

Jawaban untuk kedua pertanyaan di atas: engga.

1. Reksadana itu kan kumpulan investor yang dananya kecil-kecil (atau besar) yang dananya dikelola oleh manager investasi untuk membeli instrumen investasi berupa efek. Bisa saham, ORI, deposito dll tergantung jenisnya reksadana, tergantung manager investasinya kapan ia melakukan jual beli.
Secara fund fact sheet, memang sih keliatan pilihan sahamnya apa saja. Tapi kan kita ga pernah tahu jumlah porsinya berapa, saham apa saja yang sedang dijual atau dibeli, ditambah atau dikurangi, tidak ada transparansinya di sini. Transparansi yang diberikan reksadana adalah berupa laporan keuangan setiap bulan yang kita terima, dimana jumlah unit kepesertaan kita tetap, tapi nilainya bisa naik, bisa turun.

Ibarat bus yang dikemudikan supir, kita kan pasrah aja si supir mau lewat mana yang penting sampai pada tujuan akhir. Atau mungkin sesekali memantau 🙂
Tapi karena kita menyerahkannya pada manager investasi, otomatis ya kita ga tahu apakah kita akan mendapat deviden atau tidak melalui reksadana, dan tidak ada transparansinya di sini juga yang bisa kita pinta.

2. Capital gain itu bukan terpisah dari per unit reksadana yang kita miliki. Karena ketika kita menerima laporan reksadana, dan ada tulisan yang bilang realized profit/loss itu Rp. 750.000,00 misalnya, bukan berarti si Rp. 750.000,00 nya bisa kita ambil, tapi lebih tepat ke nilai atau value dari si reksadana yang meningkat Rp. 750.000,00. Jumlah unit tetap sama, dan kalau si Rp. 750.000,00 ini mau diambil ya kita mesti jual unitnya.
Apakah artinya profit ini ga real? Real banget. Tapi berupa capital gain. Jadi misal dulu kita beli per unit harganya Rp. 50.000,00 sekarang Rp. 62.000,00 itulah capital gain, bukan deviden.

Yang bisa diambil terpisah dari saham ya si deviden ini, jadi bisa banget kita beliin saham lagi, tanpa mengurangi jumlah lot saham yang kita miliki.

Gituuu.. 🙂

Sekian artikel dari saya. Bila ada pertanyaan atau ingin berkonsultasi langsung dengan penulis, anda dapat mention penulis via twitter di @fioneysofyan atau bisa mengirimkan email ke admin@fioneysofyan.com

Leave A Response »