Apa yang Bisa Kita Lakukan Dalam Situasi Ekonomi Sekarang

administrator September 11, 2015 4

Beberapa waktu yang lalu, salah seorang sahabat saya dari kecil curhat kalau suaminya sudah 3 bulan terakhir gajinya hanya dibayar setengah. Ga lama ada teman yang bertanya,”Should I go back to Australia, knowing the economic condition is really bad lately? Dan ada lagi temen yang cerita kalau dia dapat pemberitahuan dari kantornya, gaji bakal ditunda mundur sampai Desember.

What do I think about this?
Apapun pendapat saya, ga akan berefek apa-apa. Akan ada 1.000 artikel lain yang membenarkan, dan 1.000 artikel lain yang akan membantah. Yup, it doesn’t matter.

Yang penting adalah: apa yang bisa kita lakukan dalam menanggapi situasi ekonomi seperti sekarang?

Ada satu artikel yang bilang kalau baiknya beli logam mulia sekarang karena rupiah sedang terpuruk. Atau baiknya beli dollar sekarang, karena dollar akan naik ke Rp. 15.000,00. Logika sederhana: kalau misalnya kita tahu apa yang akan terjadi, (yang cenayang aja ga tahu) apa kita akan share informasi seperti ini? Dan kalau beneran ‘nasihat-nasihat’ itu bener ya.. ada jaminan ga logam mulia bener-bener aman? Untuk disimpan dalam kurun waktu 10 tahun ke depan ya mungkin. Terus kalau beneran rupiah terhadap dollar bakal nyampe ke Rp. 15.000,00 tentunya pengusaha-pengusaha kelas paus yang aset perusahaannya bernilai ratusan trilyun sudah akan melakukan tindakan preventif yang lebih baik dooong supaya tetap perusahaannya bisa profit.

Initinya: memang ada beberapa orang yang dibayar untuk memberitakan berita ‘menakutkan’ . Tapi sebenarnya itu semua ga masalah. Hanya masalah persepsi dan pendapat. Apapun yang kita lakukan, kita kan ga bisa maksa orang lain berpendapat apa tentang kita. Sama halnya dengan pendapat ekonomi dari siapappun. Pasti bener, karena itu adalah pendapatnya. Mau ada bantahan? Bener juga kok yang membantah. Karena semua adalah persepsi, asumsi, dengan data dan fakta yang terukur.

Jadi yang penting sekarang bukanlah argumentasi. Tapi apa yang bisa kita lakukan sekarang, untuk diri kita sendiri dan keluarga.

1. Persiapan dana darurat
Penting bagi kita untuk merasa aman dan nyaman. Mendapat surat cinta dari atasan yang bilang kalau gaji akan tertunda, itu sangat tidak menyenangkan. Kebayang uang sekolah anak-anak. Mau dibayar pakai apa? Gaji mungkin bisa tertunda, tapi yang namanya tagihan, pengeluaran rutin dan kebutuhan makan keluarga serta uang sekolah anak, apa bisa ditunda?

Bagus kalau ‘cuma’ surat cinta yang bilang gaji tertunda. Kalau pemecatan karena perusahaan tidak mampu membayar gaji bagaimana? Apa terus anak-anak harus putus sekolah? Ouch!

Persiapkan dana darurat. Berapa besarnya? Berapa yang kita butuhkan per bulan? Dikalikan berapa menurut kita masa aman akan terjadinya recovery ekonomi? Mau aman dan nyaman? Terserah. Angka nyaman kita pasti berbeda-beda sesuai dengan gaji dan kemampuan. Yang pasti adalah uang sekolah. Jadi dana darurat yang bisa kita persiapkan minimal adalah angka nyaman supaya kakak dan adik bisa sekolah sampai nyaman 1-2 tahun kedepan, plus pengeluaran bulanan rutin.

At lease sampai ada recovery income, atau malah kemampuan memiliki pekerjaan baru yang lebih baik. Kira-kira berapa lama kalau kita dirumahkan kita bisa mendapat pekerjaan baru? 1 tahun? 2 tahun? Kita yang tentukan.
Be prepare won’t hurt, not prepared that is definitely hurt.

2. Kurangi Membaca Berita yang Membuat Gelisah
Kalau saya larang kan pasti ga mungkin dan ga bisa. Biar bagaimana kita tetap butuh berita. Tapi kita yang tahu limit kita apa dan bagaimana. Kembali ke tahun 1998, katanya itu adalah tahun terburuk, atau ke tahun 2008, katanya ini juga yang terburuk, atau masa krisis lagi di tahun 2013. Akan selalu ada yang namanya ‘kondisi terburuk’.. kita lupa satu hal: kita survive kan? Apa yang membuat kita survive? Apakah kita mempelajari sesuatu dari kejadian-kejadian krismon layaknya tahun-tahun yang sudah berlalu?

Akan selalu ada krisis, akan selalu ada yang terburuk. Tapi yang penting adalah persiapan kita menghadapi krisis. Apa yang sudah kita lakukan?

3. Bagaimanakah Money Management Kita?
Kalau kita sudah berinvestasi di saham dan reksadana. It’s time to buy! Kalau turun lagi gimana? Yup, ada resiko ke sana. Tapi coba dilihat lagi, saham kita pernah setinggi apa? Harga saham sekarang sudah banyak yang diskon loh 30%-50%. Kalau masih takut, ya jangan. Tapi jangan juga berharap kita bisa profit dalam 1-2 hari, 3-4 minggu atau 5-6 bulan. Bisa sih, bisa banget!

Indonesia itu potensinya masih besaaarr banget buat investasi. Apalagi di pasar modal. Kita masih bayi dan sangat menarik. Masih ada opsi, masih ada kesempatan yang sangat baik. Investasi juga ga harus jadi ahli. Invest saja di reksadana atau saham-saham blue chip atau LQ45. Biarkan berkembang, pahami dan percaya kenapa kita pilih saham atau reksadana pilihannya kita, dan lihat bagaimana hasilnya nanti 5 tahun ke depan.

4. Buatlah Rencana Keuangan yang Baik
Kalau kita hanya berpangku pada gaji, dan dana pensiun, bisa dipastikan hidup kita ga akan berkembang banyak. Memang ada kemungkinan naik pangkat dan posisi tinggi. Tapi dengan berinvestasi, tidak hanya kita bisa mencapai target dana pensiun yang lebih cepat, kita juga bisa membuat rencana-rencana yang lebih baik, untuk kakak, adik, bahkan pasangan.

Apa yang bisa kita gambarkan tentang masa pensiun kita? Mau sampai kapan kita bekerja? Apa yang akan kita lakukan setelah kita pensiun?

Pikirkanlah, persiapkanlah. Sebelum hujan, pasti akan ada mendung terlebih dahulu. Apakah yang sudah kita persiapkan?
Ramalan cuaca boleh bilang hujan akan terjadi gerimis atau kencang dengan angin puting beliung, hujan akan terjadi siang atau malam, bisa saja. Tetap. it doesn’t matter. Tapi kita jadinya bisa mengantisipasi dengan jas hujan atau payung bukan?

Sekian artikel dari saya. Bila ada pertanyaan atau ingin berkonsultasi langsung dengan penulis, anda dapat mention penulis via twitter di @fioneysofyan atau bisa mengirimkan email ke admin@fioneysofyan.com

4 Comments »

  1. lies September 11, 2015 at 1:56 PM - Reply

    Mba,
    Alhamdulillah ga ada PHK di pabrik, tapi udah mulai berasa nih penghematan nya.. berharap Indonesia akan lebih baik ke depan nya.
    adem lagi kalau udah baca artikel nya,

    Terima kasih

    • administrator September 16, 2015 at 9:21 PM - Reply

      Amiiieeennnn yang kenceng 😀

  2. Ronald October 27, 2015 at 11:20 AM - Reply

    Dan bila ada yang butuh informasi tentang perbankan di Australia, saya siap bantu 🙂

    • administrator October 27, 2015 at 10:28 PM - Reply

      I still owe you a writing about investment in Australia ya Ronald 🙂

Leave A Response »