Bagaimana Menjadikan Hobby + Passion = Income

administrator January 30, 2013 0

Sering sekali saya di tanya seperti ini : “Investasi itu hanya untuk mereka yang memiliki penghasilan tetap. Bagaimana dengan kita yang tidak memiliki penghasilan atau ingin menambah penghasilannya?”

Saya akan menjawab pertanyaan ini dengan pertanyaan sebagai berikut: berapa usia kita? Tujuan penambahan income ini apa? Apakah mau dijadikan sebagai penghasilan utama atau tidak? Sejauh apa kita mau berinvestasi baik dari segi waktu, tenaga maupun pikiran? Dan lain-lain..

Namun kali ini saya akan membahas tentang bagaimana menjadikan hobby ditambah dengan passion, itu adalah income.

Suatu hari, Boss saya bertanya pada saya, “Hobby kamu apa?” Saya jawab,”Menulis, Pak.” Tanggapannya si Boss sangat mengagetkan,”Bukan! Itu passion kamu! Ini saya bicara hobby loh. Hobby kamu apa?”

Percakapan singkat tersebut membuat saya berpikir, apa sih sebenarnya perbedaan nyata antara hobby dengan passion?

Hobi adalah suatu hal yang kita lakukan untuk menyenangkan diri kita sendiri, memenuhi keinginan, dan menenangkan pikiran. Contoh : fotografi, memasak, automotive, menjahit,merangkai bunga, dll.

Pada saat saya menuliskan contoh-contoh tersebut di atas, apakah kita salah satu dari yang kemudian berpikir,”Hei, itu kan profesi, seseorang. Bukan sekedar hobby.” Kalau iya, artinya Anda mulai mengerti maksud dari pembicaraan kita kali ini.

Bagaimana dengan passion? Passion bisa diartikan sebagai hasrat, atau dari dalam hati.Passion juga bisa diartikan sebagai ‘kerelaan untuk sakit atau menderita, demi melakukan sesuatu apa yang kita sukai atau kita percayai dan kita yakini, demi orang lain.

🙂

Selama ini apabila kita berbicara tentang hobby, maka kita pasti melakukannya tanpa banyak berpikir, sesederhana karena kita senang dalam melakukannya. Padahal, sedikit yang menyadari, dengan kita memiliki hobby tertentu, maka pengetahuan kita tentang hal-hal yang menyangkut hobby kita tersebut pasti lebih besar dan lebih banyak daripada kebanyakan orang. Karena kita dalam mempelajari hobby kita, kita tanpa pamrih, tanpa beban apa-apa, sesederhana karena kita menyukainya dan menyenangkan bagi kita.

Kenapa tidak menjadikannya sebagai income tambahan?

Contoh: sejak bergabung dengan club lari IndoRunners, pengetahuan pribadi saya tentang bentuk kaki, sepatu yang tepat untuk lari, recovery akibat cedera dll menjadi lebih baik. Saya bisa mempergunakan ilmu saya untuk sekedar sharing dalam artikel menulis saya, atau memasukan tulisan-tulisan saya ke majalah kesehatan dll. My choice..

Lebih jauh lagi, beberapa teman menjadikan kebisaan mereka dalam memilih gadget, atau pernak pernik olah raga, menjadi piawai, dalam memilih barang. Mereka akhirnya mendapatkan harga lebih murah dari distributor, teman-teman pelari lain akhirnya menitip. Dan bahkan tidak sedikit juga akhirnya malah jadi berjualan produk aparel olah raga, sesederhana karena mereka tahu memakai, tahu produk apa yang enak dipakai dan di mana mencarinya untuk mendapatkan harga yang lebih murah.

Suatu keuntungan pribadi bagi saya, karena untuk mencari barang-barang tertentu, saya secara otomatis akan menghubungi teman saya itu karena faktor kenyamanan dan trust antar teman.

Usaha kita untuk mencari tahu bahkan rela mengantri atau pergi ke tempat-tempat yang sulit dan lain-lain, itu bisa dikategorikan ke dalam passion. Kita tidak merasakannya itu sebagai beban karena toh kita senang dalam melakukannya. Dan reward lebih jauhnya lagi, kita justru malah membantu menyenangkan orang lain.

Jadi kenapa tidak menjadikan hobby kita ditambah dengan passion menjadi income tambahan? You’ll be surprise to see the amazing income that you made, just because you love doing what you are doing now, base on your hobby.

 

Tips and tricks dalam merubah hobby + passion = income :

1. Bergabunglah dengan komunitas-komunitas untuk memperdalam hobby. Dengan bergaul bersama sesama pecinta kuliner, otomotif, olahraga, fotography, kita akan belajar banyak dan tanpa sengaja atau tidak, kita membuka market dan merambah ilmu ke arah yang lebih luas dan lebih lebar lagi. Networking tercipta dengan sangat baik di sini.

2. Miliki blog atau website atau media yang bisa membuat kita bercerita sekaligus memasarkan produk kita. Sering berikan artikel baik yang kita tulis sendiri maupun link atau referensi dari artikel lain. Gunakan optimalisasi social media di sini, agar kita juga bisa melebarkan pasar.

3. Suka masak? Suka makan? Apapun kesukaan Anda, cari market melalui lingkungan terdekat seperti gereja, arisan, ulang tahun dll.. Minta kesempatan untuk ‘tampil’ menunjukkan kebolehannya. Why not? 🙂

4. Siapkan target dan tujuan. A plan without a goal it’s just an illusion. So why not making it part of your dream?

 

Di artikel saya yang berikutnya, saya akan mengulas lebih dalam bagaimana cara memulai usaha dari nol, apa yang harus dipersiapkan, kendalanya, pengaturan keuangannya, dll.  Dan semuanya bisa dilihat dalam kategori UKM.

Sekian artikel dari saya. Bila ada pertanyaan atau ingin berkonsultasi langsung dengan penulis, anda dapat mention penulis via twitter di @fioneysofyan dan @bedahDuit atau bisa mengirimkan email ke admin@wpkami.com/fioneysofyan.com

 

Leave A Response »