Bedanya Transfer Resiko dan Diversifikasi.. Penting untuk diketahui loh!

administrator April 3, 2013 0

Pertanyaan yang paling banyak diajukan ke saya adalah,”Apa sih investasi yang paling aman dan paling cocok untuk saya?”

Saya PASTI menjawabnya,”Tidak ada!” Tidak ada investasi yang paling aman, tapi kita bisa meminimalisir resiko atau transfer resiko sehingga resiko yang kemudian timbul, bisa menjadi 0 (nol)  atau tidak ada, atau kita bisa melakukan diversifikasi, yaitu membagi resiko.

Jadi apa investasi yang paling cocok untuk saya? Jawabannya : tergantung kebutuhan dan bagaimana jangka waktunya.

Perlu kita ingat bahwa resiko dalam kehidupan sehari-hari saja itu banyak. Apalagi dengan investasi. Investasi kesehatan misalnya, kita sedang berlari pagi dengan santai di Jl. Jend. Sudirman pada hari Minggu, di Car Free Day pula. Dan tiba-tiba kita jatuh terluka sampai kaki kita terkilir, karena kita ditabrak oleh pengendara sepeda yang juga sedang menikmati CFD. Atau sesederhana kendaraan kita sedang berhenti di lampu merah, tiba-tiba ada kendaraan lain yang entah kenapa malah menabrak mobil kita, atau apapun..

Jadi apakah yang dimaksud dengan transfer resiko atau diversifikasi?

Diversifikasi adalah usaha untuk mereduksi atau mengecilkan resiko dengan meletakkan aset di berbagai pilihan produk atau jenis lain, seperti saham, obligasi, instrumen pasar uang, logam mulia, property, reksadana, dan lain-lain.

Sementara Transfer resiko adalah membuat resiko investasi kita menjadi 0 (nol) atau tidak ada, dengan mengeluarkan sejumlah uang atau membeli resiko tersebut dan mengalihkannya ke sebuah institusi, dalam hal ini adalah asuransi.

Contoh: dengan memiliki property, kita memiliki resiko kehilangan property tersebut akibat kebakaran, jadi kita membeli asurasi kebakaran sebagai bentuk transfer resiko. Uang yang kita keluarkan untuk membeli asuransi kebakaran ini tentunya juga jauh lebih kecil dan bahkan sangat kecil dibandingkan dengan resiko yang kemudian muncul, sehingga ini membuat transfer resiko tersebut menjadi sangat berharga.

Hal ini juga termasuk ke dalah kategori asuransi jiwa, asuransi kendaraan, dan lain-lain, yang kita merasa perlu lakukan transfer resikonya, agar tujuan utama kita berinvestasi tetap terjadi sesuai dengan rencana awal.

Reksadana adalah satu bentuk diversifikasi yang terdapat dalam produk investasi. Saya, pribadi selalu menganalogikan reksadana itu sebagai gado-gado yang isinya sudah terdapat macam-macam produk investasi dan dikelola oleh manager investasi. Dalam satu produk reksadana, bisa saja terdapat obligasi dan beberapa komoditas saham, sehingga ada usaha peminimalisir resiko di situ.

Kalau kita sendiri lebih suka trading, maka kita akan tahu bahwa terdapat beberapa komoditas seperti pertambangan, agricultur, consumer goods, perbankan, property, dan lain-lain, yang pada dasarnya mereka memiliki waktu-waktu tertentu yang up trend dan down trend. Atau dengan kata lain, akan ada masanya dimana suatu komoditas naik, komoditas lain turun. Dengan diversifikasi, kita bisa meminimalisasi resiko dengan membeli beberapa komoditas sehingga portfolio saham kita bisa menjadi up trend terus.

Dapat kita lihat di sini bahwasanya transfer resiko dan diversifikasi adalah 2 hal yang berbeda.

Dengan melakukan transfer resiko, kita tidak hanya membuat kemungkitan kerugian menjadi nol atau tidak ada. Namun kita juga telah menyelamatkan diri kita dan orang-orang yang kita sayangi, dari kemungkinan kekhawatiran dan stress psikis maupun mental, akibat hilangnya suatu property atau aset atau tempat usaha, bisa tempat yang kita miliki itu terjadi kebakaran. Bisa dibayangkan efek psikis yang mungkin timbul karena itu, sehingga dengan asuransi kebakaran, kita malah justru telah melindungi tidak hanya aset, tapi juga kekhawatiran orang-orang yang tersayang.

Begitu juga dengan asuransi kesehatan misalnya. Bisa dibayangkan biaya yang mungkin timbul kalau kita tidak memiliki asuransi kesehatan. Tapi dengan asuransi, setidaknya kita bisa bernafas lega karena covernya mampu membantu kita menjadi tidak khawatir.

Jadi perhatikan portfolio investasi kita, apakah kita sudah melakukan transfer resiko yang cukup dan diversifikasi yang baik?

Meskipun yang namanya resiko tidak akan mungkin hilang sepenuhnya, namun dengan meminimalisirnya, bisamembantu kita menyelamatkan banyak hal dalam hidup, layaknya emergency call yang kita butuhkan, apabila terjadi sesuatu.

 

Sekian artikel dari saya. Bila ada pertanyaan atau ingin berkonsultasi langsung dengan penulis, anda dapat mention penulis via twitter di @fioneysofyan  atau bisa mengirimkan email ke admin@fioneysofyan.com

Leave A Response »