Berkenalan dengan Bitcoin. Apa sajakah yang perlu kita ketahui tentang Cryptocurrency ini?

yangpunya February 12, 2018 0

Bitcoin adalah salah satu bentuk cryptocurrency yang belakangan ini sedang sangat ramai dibicarakan karena disinyalir mampu membuat seseorang mendadak kaya raya hanya dalam waktu beberapa hari. Beberapa institusi asingpun sudah mempergunakan bitcoin sebagai salah satu jenis pembayaran yang mereka terima. Bahkan dari anak-anak-pun saya menjadi lebih sering mendengar tentang bitcoin akibat beberapa permainan online yang mereka inginkan harus dibayarkan dengan bitcoin.

Sebenarnya apakah bitcoin ini? Apa iya bitcoin merupakan suatu bisnis baru yang sedang hits sehingga bisa membuat seseorang anak remaja sekalipun bisa cepat kaya?

1. Bitcoin adalah cryptocurrency pertama
Bitcoin adalah mata uang digital pertama atau sekarang disebut dengan istilah cryptocurrency, yang dibuat pertama kali oleh seseorang yang bernama Satoshi Nakamoto. Sosok Satosho Nakamoto ini masih misterius dan tidak ada konfirmasi yang akurat yang bisa menyatakan tokoh ini benar-benar ada, atau hanya ciptaan fiksi belaka.

2. Bank Indonesia melarang keras akan keberadaan bitcoin
Mengutip keterangan tertulis Bank Indonesia, Sabtu (13/1/2018). Ditegaskan bahwa virtual currency termasuk Bitcoin tidak diakui sebagai alat pembayaran yang sah, sehingga dilarang digunakan sebagai alat pembayaran di Indonesia. Bank Indonesia sendiri memberikan peringatan kepada semua pihak agar tidak menjual, membeli atau memperdagangkan virtual currency atau uang virtual seperti Bitcoin

Hal tersebut sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang No. 7 tahun 2011 tentang Mata Uang yang menyatakan bahwa mata uang adalah uang yang dikeluarkan oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia dan setiap transaksi yang mempunyai tujuan pembayaran, atau kewajiban lain yang harus dipenuhi dengan uang, atau transaksi keuangan lainnya yang dilakukan di Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia wajib menggunakan Rupiah.

photo credit bitcoin.com

3. Biaya transaksi yang rendah
Salah satu yang sering menjadi kendala dalam perdagangan yang mempergunakan mata uang manapun adalah tingginya biaya administrasi atau biaya transaksi yang rendah, apabila dibandingkan dengan metode pembayaran tradisional lainnya. Bitcoin itu sendiri dioperasikan oleh otoritas yang terdesentralisasi, tidak seperti uang yang dikeluarkan oleh pemerintah manapun. Jadi ada badan independensinya sendiri yang mengatur. Namun badan ini juga tidak bisa semena-mena menambah atau mengurangi jumlah bitcoin yang beredar, sehingga harganya bisa naik atau turun sesukanya. Ada system terintegrasi dan terskrip tertentu sehingga jumlah bitcoin yang beredar ini juga terintegrasi dan terukur.

4. Bitcoin tidak dikeluarkan oleh pemerintah atau bank
Tidak seperti mata uang lain dalam suatu negara, bitcoin bukan uang yang dikeluarkan secara resmi oleh pemerintah atau badan perbankan manapun, melainkan dikeluarkan oleh sebuah badan yang memiliki otoritas yang terdesentralisasi. Market cap bitcoin sendiri sekarang sudah mencapai US$7 bilion atau setara Rp. 91 trilyun.

5. Tidak ada bentuk fisik yang bisa dipertanggungjawabkan
Bentuk bitcoin sendiri tidak ada. Hanya pencatatan digital yang disimpan dalam cloud, atau dunia digital, namun memiliki riyawat transaksi yang detail dan terperinci. Setiap akun bitcoin memiliki lapisan verifikasi yang tinggi dengan tehnologi canggih, sehingga satu orang dapat memilki bitcoin tanpa takut akan di hack.

Hebatnya lagi, jumlah bitcoin yang beredar ini juga tidak bisa dihack atau dimanipulasi ulang dengan kemampuan hacking yang dimiliki seseorang. Sistem perlindungan yang dimiliki oleh bitcoin inilah yang sanking ketatnya, benar-benar bisa melindungi bitcoin seseorang.

photo credit : shutterstock.com

6. Risiko spekulasi, money laundry dan tindak kejahatan yang tinggi
Kepemilikan virtual currency dalam hal ini bitcoin sangat berisiko tinggi. Selain karena tidak ada badan hukum yang melindungi, pergerakan bitcoin ini juga penuh dengan spekulasi. Tidak seperti jual-beli mata uang lain, harga bitcoin tidak dipengaruhi oleh pasar global, namun dipengaruhi oleh pasar mikro sesuai dengan teori supply and demand. Jadi selalu ada seseorang yang mengatur akan hal ini, sehingga membuat bitcoin menjadi sangat rawan.

Karena dilengkapi dengan system yang canggih, pemerintah atau siapapun tidak bisa mendeteksi siapa pemilik asli sebuah akun bitcoin. Hal ini memungkinkan orang-orang untuk melakukan kejahatan cyber bisa tidak terdeteksi, karena hanya ia saja yang bisa menarik uang tersebut. Hal ini jugalah yang membawa kekhawatiran kalau bitcoin akan disalahgunakan untuk rekening dari hasil perdagangan senjata dan aksi teroris lainnya, tanpa terlacak.

Jadi keberadaan bitcoin dikhawatirkan menjadi ajang usaha money laundry dan perdagangan senjata serta aksi terorisme yang tidak terdeteksi.

7. Tidak ada jaminan
Bank Indonesia adalah satu-satunya badan milik negara yang memiliki otoritas dalam system pembayaran. Segala macam bentuk pengumpulan dana dalam jumlah besar dan yang memiliki aktivitas perdagangan dengan mata uang juga harus dengan ijin dari OJK.

Bitcoin tidak memiliki badan hukum yang bisa melindungi nasabahnya di Indonesia, dan tidak memiliki ijin dari OJK, bahkan dilarang keberadaannya. Pemerintah khawatir dengan adanya bitcoin akan dapat mengganggu stabilitas keuangan, sehingga banyak masyarakat yang mungkin akan kehilangan akses sehingga tertipu, dan pemerintah tidak bisa melakukan apa-apa atas uang nasabah bitcoin yang hilang karena memang tidak ada legalitasnya di Indonesia.

Sekian artikel dari saya. Bila ada pertanyaan atau ingin berkonsultasi langsung dengan penulis, anda dapat mention penulis via email ke admin@fioneysofyan.com

Leave A Response »