Do’s and Don’t tentang Asuransi Jiwa, Asuransi Kesehatan dan Asuransi Kerugian (Kendaraan/Aset)

administrator February 21, 2013 0

Dalam artikel saya kali ini, saya akan menshare lebih dalam lagi tentang apa saja yang sebaiknya kita ketahui, semata karena banyaknya pertanyaan yang serupa timbul dari beberapa teman dan klien, tentang asuransi.

Hal-hal ini juga saya pelajari, dari teman-teman dan rekan-rekan saya yang ahli asuransi, yang dengan baik hatinya mau membagi ilmu mereka secara gratis dengan saya..

Asuransi yang akan saya bahas lebih lanjut kali ini adalah mengenai Asuransi Jiwa, Asuransi Kesehatan, Asuransi Kerugian, dan value-nya. Jadi mencakup hal-hal yang PERLU kita ketahui sebelumnya, sebelum kita menentukan untuk membeli produk asuransi.

1. Asuransi Jiwa
Bagaimana cara menghitungnya?
Dalam menentukan uang pertanggungan, seringkali kita merasa bingung dalam menentukan ‘berapa sih harga kita’ ?
Tentunya yang namanya nyawa, pasti priceless. Kalau kita harus kehilangan seseorang yang kita cintai, kita pasti lebih suka untuk mnggantinya dengan nilai rupiah setinggi apapun. Namun lagi, Asuransi adalah demi melindungi orang-orang yang kita cintai, bukan menentukan berapa besar tag nilai kita dalam rupiah.

Analogi yang bisa kita lakukan adalah sebagai berikut: berapa gaji kita? Supaya kalaupun kita tiada, orang-orang yang kita kasihi masih bisa menerima income, dari bunga deposito atasuang ‘ganti rugi’ yang dibayarkan pihak asuransi.
Contoh: Gaji kita saat ini adalah 6 juta rupiah, asumsi bunga deposito sekarang adalah 6.75%.
Bunga deposito setelah dipotong pajak kurang lebih bisa nett kita terima 6% (misalnya yah), jadi, uang pertanggungan yang bisa kita tentukan adalah sebesar Rp. 1 milyar rupiah, dengan asumsi kalau dimasukkan ke dalam deposito, orang-orang terkasih kita masih bisa menerima Rp. 6 juta rupiah dari bunga depositonya saja.

Berapapun ‘harga’ kita, kita yang bisa menentukan.
Namun perlu diingat: Don’t atau jangan sekali-kali berbohong atau ‘lalai’ dalam memberi informasi kesehatan kita. Kadang beberapa orang demi agar polis asuransinya disetujui, cenderung berbohong dengan kondisi medisnya. Jujur sejujur-jujurnyalah dalam mengisi pertanyaan medis Anda untuk aplikasi asuransi jiwa. Karena apabila Anda ketahuan berbohong, tidak akan ada ‘ganti rugi’ yang dibayarkan untuk orang-orang terkasih Anda, dan jumlah uang yang sudah Anda bayarkan untuk premi menjadi hangus percuma.

Akan ada investigasi medis untuk meneliti terlebih dahulu sebab penyebab terjadinya keharusan pengeluaran uang ‘ganti rugi’ , untuk menentukan apakah ahli waris berhak menerimanya atau tidak. Jadi hati-hati dalam mengisi formulir aplikasinya.

2. Asuransi kesehatan:
Intinya adalah untuk mengganti biaya kesehatan yang mungkin timbul akibat kita sakit atau sampai membutuhkan perawatan medis.
Besarannya adalah tergantung dari keinginan kita sendiri, biasanya disesuaikan dengan harga kelas berapakah di rumah sakit nantinya kalau kita terpaksa harus di rawat inap.
Seringkali asuransi kesehatan yang dicover atau ditanggung oleh kantor hanya sebesar 80% tergantung dari kebijakan masing-masing kantor.

Tips dalam asuransi kesehatan:

1. Kalau kita telah memiliki asuransi kesehatan dari kantor, belum tentu kesemuanya akan dicover dan diganti oleh kantor, oleh sebab itu perhatikan baik-baik polis asuransi kesehatannya, dan lihat berapa cover dokter spesialis-nya.
Biaya dokter spesiali di beberapa rumah sakit swasta di Jakarta sekarang adalah sekitar Rp. 225.000,00 – Rp. 350.000,00. Jadi pastikan atau tambah cover asuransi kita, karena kalau tidak mencukupi, maka meski sudah dicover asuransi, kekurangannya tetap harus kita tanggung sendiri secara nominal.

2. Asuransi kesehatan boleh melakukan double claim/ double insured, value ditentukan oleh kita sendiri dan di setujui oleh asuransi. Oleh karena itu apabila kita merasa cover asuransi dari kantor kurang mencukupi, tidak ada salahnya apabila kita mengambil asuransi tambahan karena kita bisa melakukan double claim.

3. Bagaimana memilih asuransi yang paling bagus dan tepat untuk saya? Saya rasa itu adalah pertanyaan yang paling sering ditanyakan pada saya, dan jawabannya adalah: tanyakan langsung ke bagian UGD Rumah Sakit Anda.
Pihak rumah sakitlah yang paling tahu pihak asuransi mana yang pembayarannya paling bagus sehingga transaksi bisa menjadi lancar dan baik. Bukan mustahil apabila Anda telah memiliki AsKes, Anda tetap kan ditolak meski AsKes yang Anda miliki datang dari perusahaan asuransi yang bonafid (menurut Anda), tapi ternyata karena pembayaran yang kurang baik dari pihak asuransi dengan rumah sakit, biasanya pihak rumah sakit akan menjadi enggan untuk berurusan dengan perusahan pengeluar Askes kita tersebut.
Jadiii.. tanyakan langsung dengan pihak administrasi UGD di rumah sakit langganan Anda, karena mereka yang paling tahu, AsKes apa yang pasti mereka terima.

4. Do not.. saya ulangi jangan sekali-kali berbohong tentang kondisi medis Anda pada saat melakukan aplikasi pengajuan Askes. Karena klaim Anda bisa beresiko tidak diganti dan semua polis menjadi otomatis hangus dan premi yang telah dibayarnya tidak akan bisa Anda minta kembali.

Asuransi Jiwa dan Kesehatan sebenarnya tidak dapat dihargai dengan nominal uang alias priceless., sehingga tidak mungkin ada yang bisa mengganti dalam bentuk kerugian apapain yang terjadi. Berapa besar ruginya seseorang kehilangan satu jari mungkin tidak banyak perbedaan. Namun satu jari bagi seorang pemain violin atau gitar, bisa berarti pada hilangnya kesempatan mendapatkan income dari pekerjaannya sebagai violin dan atau pemain gitar. Disinilah value berbicara.

3. Asuransi Kerugian
Tidak boleh double insured, karena justru dapat berakibat kita tidak akan mendapatkan klaim yang seharusnya karena dianggap kita tidak jujur dalam mengajukan asuransi.
Asuransi kerugian di sini bisa mencakup asuransi kendaraan, asuransi kebakaran yang mengcover rumah atau pabrik, barang-barang cargo, kapal, dan benda-benda lain yang bukan termasuk jiwa atau kesehatan di dalamnya, yang jelas masih bisa dihargai dengan nilai nominal.

Biasanya kalau kita membelinya secara kredit, maka kita akan selalu harus menyertakan asuransi kendaraan sebagai bagian dari perjanjian kredit. Namun sebaiknya apabila pun kita tidak membelinya secara kredit, ada baiknya kita memiliki asuransi kendaraan, sebagai antisipasi penggantian yang mungkin timbul akibat terjadinya kecelakaan atau kerugian akibat pihak ketiga

Dan perusahaan asuransi hanya akan menggganti kerugian senilai harga dari benda atau kendaraan yang kita asuransikan, bukan mendapatkan keuntungannya dari situ. Kalau ia kehilangan benda seharga 100 juta maka ia akan mendapatkan penggantian yang sama. Value di sini memegang peranan penting dalam asuransi kerugian.

Value disini dapat dibagi menjadi:
1. Harga Baru, yaitu apabila kita membelinya baru secara gress dari toko.
Contoh: mobil baru yang kita beli dari showroom. Harga toko tiap showroom bisa jadi berbeda sesuai dengan kebijakan manager regional masing-masing, namun pasti ada harga dasarnya. Biasanya perbedaan harga bisa berupa perbedaan harga diskon atau gratisan asesoris mobil dll. Intinya harga baru yah barga baru.

2. Harga pasar, yatu kalau benda yang dibeli, bukan merupakan barang yang baru, bisa merupakan barang second.
Artinya harga sudah dipengaruhi oleh harga pasar, alias tergantung dari persepsi bagaimana orang melihat dan membutuhkannya. Make sure you have the right price, karena hal tersebutlah yang akan menjadi referensi dari asuransi yang akan mengganti kita, berapapun premi yang sudah kita bayarkan.

Barang second di sini tidak selalunya harus berupa mobil bekas atau apa. Bisa jadi berupa barang antik atau memiliki nilai historis, yang langka misalnya, dan kita tahu, tidak akan bisa dibuat lagi keberadaannya.
Untuk jumlah yang besar-besar, referensi untuk benda antik ini bisa kita mintakan pada Christie atau Sothesby’s misalnya.
Contoh: harga pasaran mobil second, sudah ada marketnya sendiri. Contoh lain di sini adalah benda-benda antik, dimana hanya badan-badan independent tertentu yang dapat menentukan apakah harga pasar untuk benda antik tersebut yang berlaku.

3. Harga re-instatement value: berlaku untuk benda atau property yang memiliki peningkatan harga seiring dengan berjalannya waktu. Re-instatement value ini adalah bisa berupa klausul tambahan agar tidak perlu diadakannya revaluasi setiap tahunnya.
Contoh: untuk bangunan rumah, pada saat kita membelinya, mungkin cukup hanya dengan biaya Rp. 1,5 juta per meter bangunan. Tai sering dengan peningkatan market value-nya setiap tahun, maka rumah dikategorikan sebagai aset yang berkembang sehingga value-nya setiap tahun pasti bertambah dan harga bangunan Rp. 1,5 juta per meter menjadi tidak lagi mampu mengganti kerugian yang mungkin timbul akibat suatu hal yang menyebabkan kerusakan atau butuh klaim asuransi.

Jadi untuk nilai asuransi yang besar-besar (baca : rumit) dalam mengukur value atau nilainya, pihak asuransi akan mengeluarkan lost adjuster yang akan mengukur berapa besarnya kerugian yang timbul akibat kerusakan yang terjadi. Atau dengan kata lain, apabila ada dispute ttg asuransi untuk hal-hal yang besar (contoh pabrik), maka badan independent akan ditunjuk oleh pihak asuransi, untuk menentukan tingkat kerugian yang mungkin timbul. Dan mereka inilah yang disebut sebagai lost adjuster.

Lost adjuster : menentukan value cakupan ruang lingkup asuransinya, dan berhak untuk menentukan apakah masuk ke dalam coverage asuransinya.

So be wise, bijaksanalah dalam menentukan nilai asuransi kita. Dan yang paling penting untuk diingat di sini, asuransi untuk melindungi orang-orang yang kita kasihi,sebagai akibat dari sesuatu.. dan, jangan pernah berbohong dalam mengisi aplikasi asuransi. Kalau perlu malah bekerjasamalah dengan load adjuster.

Sekian artikel dari saya. Bila ada pertanyaan atau ingin berkonsultasi langsung dengan penulis, anda dapat mention penulis via twitter di @fioneysofyan dan @bedahDuit atau bisa mengirimkan email ke admin@wpkami.com/fioneysofyan.com

Leave A Response »