Farhan dan Ultra Jaya

administrator January 20, 2015 16

susu ultra jayaSiapa yang ga tahu dengan Susu Ultra Jaya?
Sebelum ada merk merk susu lain yang beberapa lebih enak, semua orang, semua ibu pasti tahu Susu Ultra Jaya yang hadir dalam kemasan biru muda dan gambar kartun sapi yang nengok ke kiri 😀

Dan untuk ibu-ibu yang punya balita atau anak-anak yang masih di usia SD, maka Ultra Jaya Mini adalah isian wajib bagi goody bag ulang tahun mereka (atau setidaknya Aurora begitu). Apalagi dengan maraknya kampanye anti sufor, maka ga heran kalau semakin banyak ibu-ibu yang beralih ke susu cair dalam kemasan ini sebagai pendamping ASI atau pilihan susu si buah hati.

susu ultra jaya3

Bermula dari pembicaraan dengan group whatsapp ibu-ibu trader yang mulai membicarakan tentang saham si Ultra Jaya ini, dengan kode ULTJ, saya jadi ingat tentang Farhan.

Salah satu saham favorit Farhan yang pertama kali dia beli adalah Ultra Jaya. Sesederhana begini: Aan suka susunya. Jujur awalnya saya kurang setuju tentang saham pilihannya ini. Karena menurut saya (dengan sok tahunya) masih ada pilihan pilihan saham yang lebih bagus dan lebih baik dari Ultra Jaya. Ternyata keputusannya membeli saham ini merupakan salah satu pilihan terbaik yang pernah dilakukannya.

Harga terendah saham Ultra Jaya dalam portfolio 5 tahun terakhir adalah sebesar Rp. 500,- per lembar saham yaitu di tgl. 10 Agustus 2009. Harga tertinggi saham Ultra Jaya adalah Rp. 5.200,- per lembar saham adalah tgl 15 July 2013.

Sekarang? Per hari (tgl 19 January 2015) ini harga saham Ultra Jaya per lembarnya adalah Rp. 3.900,-

Kapan Farhan beli sahamnya? Jujur saya lupa. Yang jelas sekitar tahun 2013, ketika harga sahamnya Rp. 1.680,- Jadi, kalau dihitung dengan harga saham per lembarnya sekarang maka Farhan sudah bisa membukukan profit sebesar 132% dari modal awal yang ia punyai. Apalagi kalau misalnya waktu di harga Rp. 5.200,00 .. hehehe…

Tapi intinya bukan itu.
Cara Farhan memilih sahamnya, itu yang saya sukai, dan ternyata bisa di contoh.

Bukan hanya ia memilih berdasarkan apa yang ia tahu dan apa yang ia pahami, ia juga konsisten dan setia dengan sahamnya. Hal ini ditandai dengan suatu hari, saya pergi ditemani Farhan ke supermarket, dan ketika memilih susu, Farhan keukeh memilih susu Ultra Jaya. Padahal menurut saya ada rasa susu lain yang lebih enak.

Guess what he said? “Susu Ultra Jaya aja Mah. Aan punya sahamnya,” katanya lempeng sambil menaruh 2 karton susu Ultra 1 literan ke dalam keranjang.

Saya tertawa #EmakyangBanggak Tapi saat yang bersamaan saya jadi teringat akan sebuah cerita lain.

Sekitar Summer tahun 2013, seorang teman yang anak-anaknya berkuliah di US., nonton Pacific Rim di cinema setempat dan ia bertemu dengan teman-teman anaknya yang sebaya. Teman saya bercerita bagaimana ia kagum dan heran sendiri dengan pola pikir dan cara anak-anak itu mendukung serta mensupport Pacific Rim. Jadi rupanya anak-anak di U.S akan dengan sengaja menonton ulang film-film yang mereka sukai, sesederhana agar film tersebut tetap ada atau dibuat sequelnya.

Hukum demand berlaku di sini.

Atau dengan kata lain, kalau pembuat film melihat betapa demand terhadap film yang dibuatnya tinggi, maka mereka akan membuat sequelnya dengan tantangan untuk membuat yang lebih baik dan lebih hebat lagi.

This kind of character, saya temui di Farhan. Dia memiliki prinsip sederhana, “Saya suka susunya Ultra Jaya, jadi saya yang harus menjaga kelangsungan demand-nya dengan terus membeli susu tersebut”. Kita sudah memakai produknya, kenapa tidak kita memiliki sahamnya? Kita sudah memiliki sahamnya, tapi kok kita malah memakai produk kompetitor? Kalau kita sendiri ga percaya sama produknya, kenapa orang lain harus percaya?

Salah satu makanan favorit Farhan adalah lasagna, dan dia bisa loh bikin lasagna sendiri. Dan Farhan juga tahu kalau cream cheese yang dibuat sebagai lapisan putih lasagna itu dibuat dengan campuran susu cair. Mungkin Farhan membayangkan 10 tahun ke depan ia masih akan makan lasagna bikinan Mamanya atau bikinannya sendiri, dan 10 tahun ke depan ia masih akan minum susu cair Ultra Jaya.

Apalagi Ultra Jaya ternyata memiliki kapasitas produksi sebesar 300 juta liter susu per tahun. Dan mendapatkan banyak penghargaan sebagai perusahaan terbaik, memiliki program yang juga ramah lingkungan dalam kemasannya, CSR-nya juga memiliki program-program yang ok, dan lain-lain.

Kalau Farhan yang masih berusia 13 tahun bisa berpikir yang sesederhana ini tentang saham pilihannya, dan toh malah bisa memberikan capital gain sebesar 132% dalam 1 1/2 tahun… kenapa kita ga bisa?

Apa yang kita pakai sehari-hari? Apakah kita masih akan mempergunakan produknya dalam waktu 10 tahun lagi? Apakah kita percaya pada produk pilihan kita? Mungkin pertanyaan-pertanyaan ini bisa kita jadikan pondasi awal dalam pemilihan saham kita. Dan apapun pilihan saham kita, pasti benar, kalau kita sendiri percaya dan turut menjaga agar demandnya tetap ada.

Sekian artikel dari saya. Bila ada pertanyaan atau ingin berkonsultasi langsung dengan penulis, anda dapat mention penulis via twitter di @fioneysofyan atau bisa mengirimkan email ke admin@fioneysofyan.com

foto-foto courtesy of Ultra Jaya.

16 Comments »

  1. lies January 21, 2015 at 10:50 AM - Reply

    Keren mbak tulisan nya, lha aku yang udah kerja lumayan lama di UJ malah ga kepikiran beli saham nya hehe.. TOP lah..

    • administrator January 23, 2015 at 4:08 PM - Reply

      Dear Mba Lies, terima kasih atas komennya. Mba, aku aja maluuu sama anakkuuuuu.. kok dia bisa lebih pinter dari Mamanya. Ternyata simple things matters, ga usah pake ribet bika kok kita maju dan berkembang. Orangtuanya aja yang suka ribet sendiri. hahahaha

      Ayo Mba, mari buka akun sekuritas buat beli sahamnya ULTJ langsung 😀

  2. ona January 23, 2015 at 4:39 PM - Reply

    hello, liat tulisan mbak di urbanmama trus ke blog ini.. trus baca ini jd senyumm deh, saya punya temeeenn ihihi farhan temennya.. alesan beli ULTJ, simply because anak2 di rumah minumnya itu.. maklum duitnya tebatas jd mo buy and hold (asal ga buy and bibi).. jd mo nya pegang teruss

    • administrator January 23, 2015 at 4:45 PM - Reply

      Hi Mba Ona,
      Terima kasih atas komennya dan sudah membaca juga tulisan saya di the UrbanMama. Tindakan Mba mau buy and hold itu sangat bijaksana kok. Asal memang kita tahu ini untuk investasi jangka panjang dan kita percaya dengan produknya. Ga usah pura-pura pinter (kayak saya) dalam memilih saham, eh ternyata memilih saham sederhana saja seperti Farhan udah sangat ok ..

      Semoga terus berkembang investasinya ya Mba :

      • ona January 26, 2015 at 3:35 PM - Reply

        amiinn
        thanks a lot mbaa
        saya follow ya twitter
        dan ditunggu postingan selanjutnya ihiiyy

        • administrator January 26, 2015 at 4:12 PM - Reply

          Dear Mba Ona,
          Terima kasih ya atas supportnya dan sudah follow di tweeter.
          Amien mba, saya akan update terus 🙂

  3. lies January 24, 2015 at 10:14 AM - Reply

    mbak, selama ini SR lho di blog mbak,
    koq masih belum PD juga yah di saham, makin banyak baca soal analisa saham malah koq kayanya ribet hehe TA nya FA nya sampai baca grafik grafik nya.. selama ini masih ritel di reksadana nya saham aja..
    salut juga kalau baca blog nya mbok venus,
    update terus ya blog nya.. udah mau hatam nih hehe..

    • administrator January 24, 2015 at 9:55 PM - Reply

      Dear Mba Lies,
      Mba Lies bisa berenang? Apakah kita anak tahu nikmatnya dan bahagianya berenang kalau kita memilih untuk menonton saja? 🙂
      Kalau boleh saya saran, ngobrol yuk sama kita yang sudah berkecimpung di dunia pasar modal. Kita ibu-ibu biasa yang jadi luar biasa karena sadar investasi. Dan kita juga trading ala ibu-ibu kok. Dan hanya membutuhkan common sense sederhana.

      Terima kasih ya Mba atas supportnya. Inshaa Allah saya akan terus update blog saya. Salam sukses.

      • lies January 26, 2015 at 12:01 PM - Reply

        ok deh, kebelulan follow juga twitter nya mba oney.. jadi mantau terus update an nya..
        moga segera di beri keberanian hehehe..

        • administrator January 26, 2015 at 4:15 PM - Reply

          Amien mba Lies,
          Terima kasih juga karena telah memfollow di tweeter. Saya doakan yang terbaik buat mba, dan semoga diberi keberanian dan pencerahan yang lebih baik tentang investasi.

  4. Hendy March 19, 2015 at 3:05 PM - Reply

    terima kasih atas artikelnya. saya jadi keinget sama peter lynch yang mengatakan beli lah saham yang produknya ada di sekeliling anda. dan anda telah membuktikannya.

    salam,
    hendy

    • administrator March 19, 2015 at 3:28 PM - Reply

      Dear Mas Hendy,
      Terima kasih atas komentarnya. Bukan saya kok yang membuktikan. Tapi anak saya.
      Ga harus jadi trader handal untuk bisa profit 182% dalam 18 bulan di pasar modal.
      Buktinya: anak usia 11 tahun saja bisa.

      Semoga bermanfaat 🙂

  5. Yana May 13, 2015 at 1:43 PM - Reply

    Wow sangat inspiratif sekali bu, sy jadi makin mantap mau investasi saham 🙂 dan sekarang dengan penambahan mesin packaging canggih yang baru, Ultrajaya akan menghasilkan 900 juta – 1 milyar pak pertahun, dan sekedar informasi beberapa tahun kedepan ultrajaya akan membuka new plant di kawasan industry di bekasi, so nak Farhan emang gak salah pilih :))

    • administrator May 13, 2015 at 9:06 PM - Reply

      Buseeeeetttt.. Serius? 1 milyar pak per tahun? Ini inside information? OMG memang UltraJaya ga ada lawan ya.
      Terima kasih loh infonya.

      😀 Namaste

  6. Ratna May 31, 2015 at 10:35 PM - Reply

    Mba’e, aku ke sini setelah berkunjung dari mba Venus. Efek kelas #investasicerdas kemaren hihihi.
    Aku follow Twittermu yah, pengen lanjut diskusinya lagi. Hatur nuhun.

    • administrator August 31, 2015 at 10:07 AM - Reply

      Hatur nuhun Mba.
      Terima kasih, semoga bermanfaat.

Leave A Response »