Hal-Hal Yang Perlu Kita Perhatikan Dalam Mempersiapkan Masa Pensiun

yangpunya May 18, 2016 2

If you have all the time and money in the world, what will you do?

Pasti langsung akan kepikiran hal-hal indah yang bisa kita lakukan, kalau kita memiliki waktu dan uang yang tidak berseri. Mulai dari beribadah ke tanah suci, keliling dunia dan mengunjungi tempat-tempat eksotis dengan fasilitas firts class (iya dong, kan money is no object), sampai terpikir untuk memulai belajar piano.

Namun realitanya sekarang adalah kita masih harus bekerja pada pemberi kerja, demi pendapatan untuk membayar tagihan. Dan pertanyaan selanjutnya adalah: apakah kita sudah siap dan memiliki dana pensiun yang cukup?

Sebagian dari kita akan bernafas lega dan berkata, kalau gajinya setiap bulan sudah dipotong oleh perusahaan sehingga bisa dipastikan kala memasuki usia pensiun dan harus berhenti bekerja, akan ada sejumlah dana yang menunggu untuk melewati sisa hari masa tua kita tanpa bekerja. Bagaimana dengan yang tidak memiliki tunjangan masa pensiun? Atau yang lebih parah lagi, apakah kita yakin dana pensiun yang kita miliki sudah cukup?

Berapakah sebenarnya dana pensiun yang kita butuhkan nantinya?

pearreandassociate

Foto sumber: pearreandassocite.com

Kalau pada saat ini misalnya kita memiliki pengeluaran sebesar Rp. 15 juta. Tapi itu juga dengan memasukan biaya sekolah 2 orang anak, dan cicilan. Asumsi kalau sudah pensiun, mestinya sih yang namanya cicilan sudah nggak ada dan anak-anak sudah memiliki kehidupannya masing-masing 🙂

Kalau tanpa cicilan dan pengeluaran untuk anak tidak ada, mungkin Rp. 6 juta per bulan cukup ya untuk hidup nyaman berdua. Hidup nyaman ya, bukan pas-pasan. Atau mungkin Rp. 8 juta?

Asumsi sekarang usia kita masih 30 tahun, dan akan pensiun 25 tahun lagi atau di usia 55 tahun, maka kita masih memiliki waktu 25 tahun. Dengan tingkat inflasi sebesar rata-rata 11%, maka dana hidup nyaman kita yang tadinya Rp. 8  juta sekarang menjadi Rp. 108 juta per bulan.

Jangan protes dulu. Ini berdasarkan nilai future value dari matematika sederhana aja kok. Bukan ngarang. Tapi coba diingat sedikit. Waktu kita kecil, masih ingatkah harga Teh Botol berapa? Pernah mengalami harga Teh Botol Rp. 50 perak sebotoh? Atau BigMac-nya McDonald Rp. 1.000,00 ? Saya pernah, dan yang namanya inflasi itu nyata sadisnya. Baiknya kita berdoa saja ya sama-sama kalau inflasi nggak sebesar itu.

Kembali ke Rp. 108 juta per bulan, artinya kalau kita mau hidup nyaman selama 15 tahun, dengan asumsi usia 70 tahun kita sudah kembali ke alam semesta, maka berapakah uang yang kita butuhkan untuk biaya hidup nyaman itu? Asumsi uang tersebut kita tarih di dalam deposito dengan bunga 6% setahun, maka kita membutuhkan sedikitnya Rp. 26 milyar.

Banyak yak. Belum lagi, kalau kita sakit. Akan ada pengeluaran extra loh.

Jadi, apa yang harus kita lakukan dan perlu kita perhatikan dalam mempersiapkan dana pensiun:

1. Asuransi Kesehatan
Untuk saat ini mungkin kita masih dicover oleh kantor dalam hal asuransi kesehatan. Tapi bagaimanakah dengan yang tidak? Asuransi kesehatan is a must, karena kita tidak akan pernah tahu kapan kita akan sakit. Untuk sekarang memang ada BPJS yang sangat murah dan terjangkau. Dan ditambah lagi fasilitas keren Co-operation of Benefit antara beberapa asuransi swasta dengan BPJS.

Pelajari dan pahami fasilitas kesehatan yang akan kita dapatkan sejauh apa. Karena kita sendiri memiliki kecenderungan untuk lalai membaca polis.

mutualfunds_4

2. Dana Pensiun itu Sendiri

Kalau kita masih berpikiran untuk konservatif, dan ‘lebih percaya’ pada investasi berupa deposito, news alert: deposito bukan investasi. Daaaan deposito nggak bakal ngejer inflasi kakaaaak. Belum lagi dengan adanya biaya administrasi dan pajak. Heyaaaaa… yang ada tabungan kita tergerus melulu loh, dan mitos menabung pangkal kaya hanya mimpi.

Pelajari dan pahami resiko dari surat utang negara, reksadana dan saham. Instrumen-instrumen investasi tersebut mampu menghasilkan profit cantik yang aman kok buat kita. Iya aman, selama kita memilih saham dan reksadana yang benar. Caranya? Lihat sekeliling, atau lihat isi dompet deh. Ada atm? sudah berapa lama mempergunakan bank atm tersebut? Percaya nggak kalau bank tersebut bakal masih ada 10-20-50 tahun lagi? Kalau percaya, beli saja sahamnya. Kalau nggak, ya kenapa juga masih nabung disitu?

3. Aset
Kepemilikan aset yang beragam sangat penting dan berhubungan dengan diversifikasi. Atau bahasa kerennya, jangan menaruh telur dalam satu keranjang. Bahkan bukan mustahil dengan diversifikasi aset kita malah bisa memiliki income tambahan.

Aset bisa berupa apartemen, tanah dan lain-lain yang bisa kita sewakan. Atau bisa juga kita persiapkan sebagai bagian dari tabungan masa depan kita nantinya. Apapun itu, luangkan waktu untuk belajar mengenai aset yang ingin kita miliki yaa. Mumpung masih ada waktu dan kesempatan.

4. Hobby yang mampu menghasilkan income
Salah satu kendala kalau kita tidak mempersiapkan masa pensiun dengan matang adalah post power syndrome. Banyak sekali cerita dan kenalan yang saya tahu, mengalami masa penurunan drastis dari fisik, mental dan kesehatannya, karena terbiasa beraktivitas di kantor, sekarang sama sekali tidak.

Hobby di sini bukan semata untuk menghasilkan uang, namun untuk membuat diri kita supaya terus bergerak, bermanfaat dan berarti. Atau setidaknya dengan begini kita tidak harus menjadi sedih dan depresi serta merasa tidak dibutuhkan kala memasuki usia tidak produktif. Jadi, apakah hobby kita?

106946985

5. Diversifikasi
Kalau kita hanya berpaku pada satu jenis instrumen investasi, kita memiliki resiko untuk kehilangan semuanya pada saat satu instrumen investasi kita itu mengalami kerugian. Dan hal ini bisa jadi karena kehendak alam semesta, seperti force majoure, atau kondisi tidak terduga lain.

Ada 5 jenis instrumen investasi yang bisa kita miliki: Obligasi atau surat utang nagara, logam mulia, property, reksadana dan saham. We don’t have to have ot all. Just choose what is convenient for you. Cari tahu, pelajari, pahami dan sesuaikan dengan profile resiko serta jangka waktu juga ya.

6. Rencana Liburan
Well, kita sudah bekerja puluhan tahun kan (asumsinya), kenapa tidak juga kita menikmati masa pensiun kita dengan merencakan liburan dan menikmati masa-masa menyenangkan dengan pasanga.

Ada masanya kita harus set back and relax, enjoy the world as it is. You deserve all the wonderful things in life. Lagipula, sama siapa lagi kita bisa nyaman menikmati sisa waktu yang tertuang untuk kita kalau bukan dengan orang tersayang? Rencanakan dari sekarang, jadikan tujuan keuangan dan menabunglah ke saham atau reksadana saham untuk masa liburan sangat panjang dan menyenangkan.

7. Warisan
Tentunya ini adalah opsi atau pilihan. Semua orangtua pasti ingin memberikan warisan pada anak-anaknya, namun anak-anak kadang juga enggan menjadi beban orangtuanya sehingga menolak untuk mendapatkan warisan.

Tapi sejujurnya, kenapa nggak?

Kalau kita memiliki keleluasaan untuk menetukan sesuatu, dimana uang yang waktu bukan masalah, bukankah lebih baik daripada harus terus menerus terbeban tagihan? Kita bahkan malah mungkin bisa menurunkan ilmu investasi kita ke pada anak-anak loh dan bukan berbicara tentang uang terus menerus.

Lagipula apa yang sudah kita lakukan sekarang, siapa tahu bisa menyelamatkan kita entah kapan.

Sekian artikel dari saya. Bila ada pertanyaan atau ingin berkonsultasi langsung dengan penulis, anda dapat mention penulis via twitter di @fioneysofyan atau bisa mengirimkan email ke admin@fioneysofyan.com

Namaste

Foto sumber: theodisseyonline.com

2 Comments »

  1. Pratiwi Hamdhana May 19, 2016 at 12:59 PM - Reply

    Dulu aku punya cita2 pensiun di usia 30, hebat banget yak, hahaha, skrg udah usia 24, penghasilan masih tidak tetap. Dulu maunya fokus di usaha, tapi ternyata seiring waktu pengen nyoba ini itu, dari volunteering sampai mau lanjut sekolah, semuanya atas nama pengalaman tak dapat dibeli.

    Tapi, justru karena itu juga, udah 2 tahun terakhir ini mulai sibuk investasi untuk masa depan. Mulai dari nyicil nabung saham, sampai nyari-nyari rumah. Walaupun target pensiun dini di usia 30 sepertinya harus dikendorkan ke beberapa tahun lagi, setidaknya sudah mulai nyiapin dari sekarang 🙂

    • yangpunya May 20, 2016 at 12:57 AM - Reply

      Aku juga penghasilan nggak tetap kok Mba 🙂 yang penting kan kita tetap nabung saham yang aku udah ajarin waktu itu tuh. Mba Tiwi kapan pulang ke Jakarta? Ketemuan yuk biar aku bisa review.

Leave A Response »