Hal-hal yang Seharusnya Kamu Tanyakan Tentang Tax Amnesty

administrator October 3, 2016 0

Sebenarnya saya paling males nulis artikel ini. Semata karena sudah banyak sekali yang menulis tentang Tax amnesty. Jadi informasinya sudah buanyaaakk sekali, tapi ternyata masih banyak saja kebingungan tentang adanya si Tax Amnesty ini.

Dan yang paling penting, perlu nggak sih sebenarnya si tax amnesty ini?

Saya bukan konsultan pajak, saya adalah konsultan keuangan dan pemerhati Bursa saham Indonesia. Jadi, kalau saya ditanya tentang tax amnesty, kira-kira begini pertanyaannya dan beginilah jawabannya versi saya (disclaimer: On ya. Karena murni ini pendapat pribadi)

Tax amnesty itu apa sih?

Amnesty; pengampunan, tax : pajak. Jadi Tax amnesty itu pengampunan pajak.

Loh? Jadi semua peserta tax amnesty itu bersalah jadi harus diampuni?

Engga. Hanya yang merasa bersalah saja, jadi merasa perlu diampuni. Huahahahahahaha (asli ini bercanda murni)

Jadi kenapa mereka semua berbondong-bondong ikut tax amnesty?

Karena sebagian sebenernya nggak ngerti, jadi biar nggak ketinggalan yang sedang happening ya ikut deh tax amnesty.

Kalau begitu, sebenarnya yang paling dirugikan soal pajak atau tax ini, sehingga sebaiknya ikut tax amnesty siapa?

1. Orang yang sering meminjamkan KTP-nya atau dipinjam KTP-nya untuk pembayaran tax alias pajak suatu bentuk property atau harta benda lain seperti misalnya mobil, motor dll yang membutuhkan KTP namun pemilik asli merasa enggan mempergunakan KTP pribadinya karena telah memiliki harta benda utama atau yang lain. Atau dengan kata lain kalau pakai KTP sendiri pajaknya lebih gede jadi biasanya minjem KTP orang atau nitip.

Contoh sederhana dalam jual beli kendaraan motor, sering KTP kita dipinjam untuk perpanjangan STNK. Secara nominal kelihatannya kita tidak dirugikan karena si pembeli kendaraan kita yang membayar pajak tersebut. Tapiiii secara record atau catatan pajak (dan kepolisian) kalau kita sudah melaporkan di SPT tentang harta benda kita apa saja, dan kita sudah menghapus atau mengganti si harta benda yang sudah dijual (misal si kendaraan tadi) dan ternyataaa dalam pembayaran pajak perpanjangan STNK masih pakai KTP kita… jeng-jeng.. Anda dianggap sebagai pengemplang pajak. Dan dendanya, hehe… tinggal tunggu panggilan ya dari Dinas Perpajakan.

2. Orang-orang yang mempergunakan nama orang lain atas harta bendanya pribadi.

Ada 2 alasannya: pertama, karena mumpung diskon yang tadinya mesti bayar 20%-40% jadi cuma bayar 2%, kedua lebih mahal bayar pengacara dan cape bolak balik pengadilan bukan, cuma untuk kalah?

3. Pemerintah

Pemerintah paling dirugikan di sini, karena mestinya terima antara 20%-40% dana dari si wajib pajak, eh mesti banting harga murahan jadi cumah 2 % (hiks). Tapi tentunya, ada yang diuntungkan juga dong.

taxamnesty2_pajakgoid

foto sumber: pajak.go.id

Jadi sebenernya yang paling diuntungkan siapa?

Banyak.

Perhatikan baik-baik laju inflasi. Perhatikan baik-baik perkembangan makro dan mikro ekonomi kita.

 

Ok, misalnya nih, saya sebagai orang awam ya. Pengen ngerasain manfaat terbaik tax amnesty alias pengen ngerasain keuntungan yang sebesar-besarnya imbas dari tax amnesty, baiknya saya investasi ke mana?

Ke pasar modal alias belilah saham-saham (minimal) saham-saham BUMN. Untuk menampung dana tax amnesty ini kan ditunjuk ya beberapa Bank. Ya beli saja sahamnya. FYI, kenaikan IHSG kita tertinggi loh di dunia.

Per tgl 4 Januari 2016 IHSG kita dibuka dalam posisi 4.580. Per tgl 3 Oktober 2016, IHSG kita ditutup manis 5.463,915. Artinya selama tahun 2016 aja kita sudah naik 883 poin atau sebesar 19,27%.

Banyak dana tax amnesty atau dana repatriasi (baca dana yang tadinya ada di luar negeri akhirnya dibalikin masuk ke Indonesia terus yang punya dana cash bingung dan nggak mau nyimpen aja di deposito akhirnya memutuskan untuk nyimpennya di pasar saham) yang memutuskan untuk menyimpannya di instrumen investasi seperti Obligasi, reksadana dan saham.

Ah bukannya saham malah resikonya tinggi ya. Nanti uang saya hilang bagaimana?

Logika sederhana. Orang yang uangnya trilyunan aja nyimpen uangnya di saham, nggak mau malah di bank. Artinya ‘kan mereka tahu sesuatu yang adalah uangnya jelas lebih berkembang di pasar modal Indonesia daripada di perbankan. Lha wong yang tajir melintir ini aja nggak takut nyimpen uangnya di saham, kok yang nggak tajir melintir malah kebanyakan alasan ya? Mungkin karena memang mentalnya nggak cucok jadi orang kaya.

Nyahahahahahaha..

Cerdaslah berinvestasi. Menabung nggak akan bikin kaya malah tergerus inflasi. Ikut ikutanlah orang kaya biar tambah kaya. Lagipula, percaya deh kenaikan gaji jauh lebih kecil daripada inflasi.

Berapa sih nilai wajar dan korelasi antara gaji dan harta benda supaya dalam hal kepemilikan harta benda kita masih dianggap normal oleh pajak?

Kalau punya gaji hanya Rp. 10 juta dan memiliki harta benda senilai 1 milyar tanpa hutang, ini nggak wajar. Kecuali harta yang dimiliki adalah harta hibah atau pemberian.

Kalau punya gaji sekitar Rp. 50 juta, dan memiliki harta benda senilah 5 milyar tanpa hutang, ini juga nggak wajar, kecuali ada kenaikan perlahan dari gaji dan harta benda secara tertulis dan jelas yang bisa dibuktikan dengan pelaporan pajaknya selama 5-10 tahun ke belakang.

Kenaikan gajipun harus terlihat bertahap. Kenaikan yang terlalu drastis juga harus mewaspadai diri.

Intinya sih, kalau memang legal nggak usah takut. Toh selama ini pembayaran pajak sudah dibantu kantor kan? Tapi kalau ada harta benda titipan dan lain-lain, baiknya sih lapor.

Ada yang masih ingin ditanyakan tentang tax amnesty yang nggak ada di portal portal lain yang isinya formil itu? Yuk silahkan tanya di komen nanti saya jawab langsung.

 

Leave A Response »