If You Want To Be Rich And Happy, Stop Making Excuses

administrator January 4, 2016 2

Seberapa seringkah kita mengucapkan hal-hal ini: “Saya ‘kan masih mahasiswa..” , “Ah gaji saya kan cuma sekian..” , “Saya ga ada waktu..” , “Pekerjaan saya menyita waktu gila banget..”

Yup. Excuses.
Sadar atau tidak kita sering membentengi diri kita sendidi dengan alasan-alasan yang justru malah membuat kita mengamini ‘ketidakmampuan‘ kita dalam mencapai sesuai. Dan di penghujung hari, kitapun hanya bisa mengeluh, membatin, kenapa saya ‘cuma‘ sebegini saja ya sementara ada banyak orang-orang lain yang lebih berhasil?

Dan menjawab pertanyaan tersebut, lagi-lagi kita hanya mengamininya dengan “Saya ‘kan masih mahasiswa..” , “Ah gaji saya kan cuma sekian..” , “Saya ga ada waktu..” , “Pekerjaan saya menyita waktu gila banget..”

So what if you are still a student? Memangnya kenapa kalau Anda masih mahasiswa? Apa alasannya? Ga punya uang? Masih bergantung sama orangtua sehingga income terbatas?

Salah satu kelemahan kita adalah kita hanya melihat hasil akhir yang glamournya, bukan episode perjuangan berdarah-darah sehingga sukses layak diterima. Dan sayangnya justru dalam perjuangan menuju sukses ini, banyak yang meremehkan atau malah menjatuhkan, tapi bukan berarti ga ada yang membantu atau mendukung loh. Semua tinggal bagaimana kita melihatnya sebagai sebuah peluang dan tetap membuat api semangat kita berkobar.

Semua orang bisa sukses, bahkan seorang mahasiswapun. Contoh sederhana adalah Bill Gates. Do you know that he dropped out of college? Jadi kalau kita sekarang ini masih berstatus mahasiswa, then good! You could be the next Bill Gates!

Apa kesamaan dari Vera Wang, J.K Rowling, Henry Ford, Stan Lee and Colonel Sanders? Mereka semua memulai karirnya diatas usia 40 tahun. J.K Rowling bahkan menulis Harry Potternya yang pertama di usia 46 tahun. Dan jangan tanya Colonel Sander mulai menjajakan KFC di usia berapa.

The point is, if you want to start something, start now. Jangan membuat usia sebagai alasan. Mau kita masih mahasiswa kek, atau merasa sudah ketuaan untuk memulai investasi atau sesuatu yang baru, please just start now. Bagaimana mungkin kita berharap hidup kita akan berubah kalau kita sendiri masih melakukan hal yang sama, dan mengeluhkan hal yang itu-itu saja.

Kita lupa, kita memiliki satu hal yang sama dengan semua orang di dunia ini. Kita semua pernah jadi bayi, yang ga bisa apa-apa, untuk kemudian belajar berjalan, berlari, sampai kita menjadi seperti apa diri kita sekarang. Yang membedakan banyak, mulai dari mindset atau pola pikir, lingkungan, pola didik dan pola asuh, kultur, dan lain-lain. Tapi tetap: kita punya pilihan setiap hari untuk melakukan sesuatu. Either making an excuse, or a simple take action, we did something different.

Jadi, please stop making excuses and say,”Saya masih mahasiswa..” Lhaa Warren Buffett juga masih mahasiswa kok sewaktu dia mulai ketemu sama Benjamin Graham. Udah punya istri malah, jadi ‘beban’nya double. Tapi Warren ga melihat itu sebagai beban. Ketika ia pertama kali bertemu dan mendengar Benjamin Graham berbicara tentang Value Investing, Warren melihatnya sebagai opportunity, kesempatan untuk belajar dengan seorang mentor yang luar biasa, yang kemudian memang mampu mengantarkannya menjadi seorang Warren Buffett sekarang.

Seorang teman baik saya juga memiliki anak mahasiswa, yang dengan kerendahan hatinya mau banget belajar apapun, termasuk soal urusan trading dan investasi di pasar modal. Dan sebagai layaknya mahasiswa, konon kabarnya yang namanya mahasiswa itu kan memiliki uang saku yang terbatas, well he didn’t make it his excuses. Ia berusaha. Presentasi ke Om-Omnya dan Tante-Tanteya yang lain tentang investasi di pasar modal, proyeksi keuntungan, potensi kerugian dan lain-lain, sehingga ia mampu memiliki modal yang lebih dari cukup untuk memulai menjadi seorang Warren Buffett di Indonesia.

Saya yakin, semua mahasiswa mampu melakukan apa yang ia lakukan. Pertanyaannya: mau ga? Seberapa percayanyakah kita pada diri sendiri sehingga kita bisa merasa cukup layak untuk mendapatkan kehidupan yang kita impikan? Kalau kita sendiri ga percaya sama kehidupan bahagia dan indah yang kita harapkan, impikan, siapa yang mau percaya? Dan kalau kita sendiri tidak mau berusaha untuk mendapatkannya, kenapa berharap orang lain untuk mewujudkannya?

Cerita dongeng Cinderella sekalipun bukan berarti dia ga ada effort atau usaha dia loh untuk bisa menemui si Mas Pangeran. She dressed up. Iya, dibantu oleh Fairy God Mother. Tapi kalau kita mau melihat analogy sederhana di film Cinderella ini, Fairy God Mother melambangkan mentor. Atau orang-orang yang mau membantu kita. Kita ‘hanya’ akan diberi tools atau benda-benda pendukung yang bisa membantu kta sukses. Selebihnya, semua tergantung kita.

The way we dance ourself to the top that counts. Besides, Ladies, really.. emangnya ga sakit ya pakai sepatu kaca? Itu perjuangan looh demi cantik 😀 Apapun itu, every effort, pasti ada perjuangannya, pasti ada sakitnya, pasti ada masa-masa berdarahnya, yang orang lain bisa lihat bisa juga tidak. Tapi at lease, we do something today.

So, if you want to be rich and happy, start investing and stop making excuses.

Paulo-Coelho-Quotes-and-Sayings-inspiring-brainy

Sekian artikel dari saya. Bila ada pertanyaan atau ingin bertanya langsung dengan penulis, anda dapat mention penulis via twitter di @fioneysofyan atau bisa mengirimkan email ke admin@fioneysofyan.com

Terima kasih. Namaste.

foto featured by : gettyimages
foto inserted by : paolocoelho.com

2 Comments »

  1. Hendri January 5, 2016 at 9:22 PM - Reply

    wah ada juga yang presentasi juga ya tan, waktu itu juga saya harus presentasi ke bapak saya, mati matian saya yakinkan tuh, akhirnya dapat juga modal, seandainya dulu ga dapat modal ga dapat sebanyak ini sekarang….

    tulisan yang ini bagus tan, saya pernah baca buku, ciri2 orang kaya itu hidup tidak konsumtif, dan berinvestasi,

    saya juga dapat inspirasi dari tulisan tante ini, saya tau kalau warren buffet dari kuliah udah mulai, tapi saya baru tau kalau dia udah ada istri, sedangkan saya pacar aja belum punya, berarti peluang saya lebih besar daripada si buffet tan (harusnya) wkwkwkkwkw

    • administrator January 6, 2016 at 3:26 PM - Reply

      Nah sebenernya kamu salah satu contoh loh mahasiswa ga beralasan 🙂
      Jadi kan memang sebenernya kamu sangat bisa jadi the next Warren Buffett Indonesia 🙂
      Sukses ya Hen

Leave A Response »