Kafe BCA IV: Bagaimana BCA melihat optimism dalam ekonomi outlook 2017. Gimana sih nasib Indonesia tahun 2017?

administrator December 16, 2016 2

Pada tgl 14 Desember 2014, saya mendapatkan kesempatan untuk bisa hadir dalam acara pemaparan oleh Bank BCA di Kafe BCA yang terletak di lantai 22 Menara BCA Jl. M.H. Thamrin no. 1, Jakarta Pusat.

Acara dimulai dengan makan siang dan suguhan life music dari karyawan-karyawan pribadi BCA yang nggak kalah sama penyanyi idol ituh, sehingga membuat suasana yang mendung di luar menjadi syahdu yang menyenangkan.

Tepat pukul 2, acarapun kemudian di buka oleh Bapak Jan Hendra, selaku Sekretaris Perusahaan BCA, yang memperkenalkan 2 orang pembicara sebagai pengamat ekonomi yaitu Bapak Doddy Areifianto dari Lembaga Penjamin Simpanan dan Bapak Anggawira selaku pengamat ekonomi dari Himpunan Pengusaha Muda Indonesia.

15420808_10207768016350515_8430779022752171570_n

Seperti yang sudah kita ketahui sebelumnya, menangnya Trump dalam pemilihan kepresidenan US beberapa waktu yang lalu menimbulkan kekhawatiran-kekhawatiran yang bukan main-main. Apalagi dollar mengalami penguatan yang signifikan dan IHSG kita juga mengalama stagnasi seolah semua masih wait and see akan apa yang akan mungkin terjadi besok.

15590623_10207768166634272_3834609952903788355_n

Salah satu pertanyaan yang lumayan mengganggu saya sebenarnya, apa sih efek kemenangan Trump kepada Indonesia? Apakah ada efek jangka pendek atau jangka panjang yang menguntungkan atau merugikan? Dan dari segi investasi, sebaiknya kita mulai berinvestasi di mana yang lebih bisa menjanjikan?

Ternyata dalam Rapat Kerja Pengambilan Keputusan Asumsi Makro RAPBN 2017 antara pemerintah dan Komisi IX DPR, telah disepakati keputusan tentang target pertumbuhan ekonomi di angka 5,1%. Target pertumbuhan ekonomi ini memang terlihat kecil, namun ternyata untuk negara-negara Asia Pasifik lainnya, Indonesia boleh bangga. Karena walaupun kecil, ternyata Pertumbuhan Ekonomi Indonesia ini tertinggi loh dibandingkan dengan negara-negara tetangga yang lain.

Lantas apa sih sebenarnya yang menjadi pemicu perlambatan ekonomi global?

15492065_10207768167714299_8083817333168808461_n

Ternyata faktor perlambatan ekonomi kita di tahun-tahun sebelumnya adalah karena kita masih tergantung pada komoditi. Dan nggak main-main, ketergantungan Indonesia terhadap pendapatan dari komoditas kita sangat besar yaitu sebesar 79,6% dibandung manufaktur yang hanya 8,6%. Sehingga ketika terjadi penurunan harga minyak dunia dan komoditi anjlok, Indonesia yang terkena imbasnya lebih besar daripada negara lain yang menaruh pendapatan negaranya hanya <50% komoditi.

Dalam pemaparannya, Bapak Anggawira menjelaskan. Tahun 2017 adalah momentum kebangkitan perekonomian Indonesia. Karena selama ini Indonesia yang masih bergantung pada bidang komoditi yang sempat terimbas dengan turunnya harga-harga minyak Dunia dan lain-lain, sekarang tengah mengalami masa rebound atau pembalikan arah. Harga minyak Dunia juga sudah mulai recovery sehingga berdampak positif pada Indonesia.

15590201_10207768166354265_7590400977344128092_n

Dengan menangnya Trump, biar bagaimana kita harus tetap expect the unexpected atau bersiap pada hal-hal yang tidak terduga. Indonedis diuntungkan karena termasuk negara yang kecil terkenal dampak ekonominya apabila dibandingkan dengan negara-negara lain.

15317951_10207768020510619_794815376569311084_n

Sementara dengan kekhawatiran yang timbul akibat terpilihnya Trump menjadi Presiden US yang berikut, maka negara-negara berkembang justru diuntungkan. Karena banyak investor yang justru mengincar emerging country sebagai target investasi. Atau dengan kata lain, Indonesia adalah negara yang tepat untuk dijadikan target investasi yang bisa memberikan hasil imbal balik yang keren.

15492568_10207768026310764_7432892830872602693_n

Kalau kita melihat slide di atas, target pertumbuhan ekonomi Indonesia ‘cuma’ 5.1% loh tahun 2016 ini. Tapi nanti di tahun 2016 dan 2017, jauh targetnya lebih tinggi.

Kelihatannya kecil memang, tapi Indonesia boleh bangga. Kenapa? Karena ternyata pertumbuhan ekonomi kita yang ‘cuma’ 5,1% itu tertinggi loh di Asia Pasifik. Dibandingkan dengan negara-negara tetangga kita yang lain, Indonesia masih lebih ok. Kenapa? Karena ternyata hal ini dipicu oleh tax amnesty.

Kebijakan Ibu Sri Mulyani untuk memberikan tax amnesty dengan target sebesar Rp. 4.000 T pelaporan ‘hanya’ terealisasi Rp. 3.600 T menjadikan Indonesia sebagai negara tertinggi yang memiliki ‘penghasilan’ dari Tax Amnesty.

Baru tahu saya, kalau ternyata Duniapun mengakui kesuksesan Indonesia dalam soal tax amnesty sehingga ada dana tebusan sebesar Tp 90 trilyun yang kemudian bisa dialokasikan sebagai dana tambahan APBN.

Nah setelah cerita panjang lebar mengenai angka-angka yang menarik itu, the question remains. Apa sih investasi yang sebenarnya paling cocok dan paling ok saat ini?

Menurut Bapak Anggawira, komoditi dan consumer goods tetap menjadi pilihan Utama. Selama ini komoditi Indonesia tertekan gara-gara harga minya Dunia, CPO dan lain-lain jatuh. Tapi melihat bagaimana proses recovery yang sudah terjadi selama tahun 2016 ini, Pak Angga yakin dan sangat optimis bahwa tahun 2017 menjadi tahun kebangkitannya Indonesia.

15590245_10207768024350715_8443977129849318510_n

Ditambah lagi dengan Dunia maritime kita yang mulai bisa unjuk gigi. Negara-negara tetangga mulai bergantung pada pada hasil import kelautan kita loh. Ternyata Indonesia sekeren ini yah Indonesia.

Tapi, tetap diversifikasi dalam kepemilikan investasi itu penting. Kalau kita masih bingung dan ragu mengenai investasi dan masi belum paham benar tentang instrumen investasi dengan segala resikonya, maka baiknya pilih instrumen investasi yang moderate amannya seperti reksadana. Investasi di property ternyata juga bisa menjadi pilihan yang baik, apalagi perbankan juga banyak melakukan kerjasama dan memberi kemudahan dalam kepemilikan property ini.

Dengan situasi ekonomi Indonesia yang membaik, penting bagi kita untuk ikut berpartisipasi dengan mendukung pemerintah melalui investasi yang tepat dan sesuai dengan portfolio dan managemen resiko yang kita miliki. Meski ada kekhawatiran tentang pemerintah dan hal-hal yang tengah berlangsung di Indonesia sekarang menjadi sorotan dunia, faktanya adalah kondiri ekonomi Indonesia makin membaik.

Ada banyak pencapaian yang kita miliki saat ini, dan terus tetap mengarah pada perubahan yang lebih baik. Intinya, kita tidak perlu merasa khawatir tentang bagaimana ekonomi outlook kita tahun-tahuan ke depan, karena jelas, semua program pemerintah yang sudah berjalan tinggal menuai hasilnya saja.

Are we ready for a better Indonesia? Why Not!

Sekian artikel dari saya. Bila ada pertanyaan atau ingin berkonsultasi langsung dengan penulis, anda dapat mention penulis via twitter di @fioneysofyan atau bisa mengirimkan email ke admin@fioneysofyan.com

2 Comments »

  1. Kartes December 28, 2016 at 11:24 PM - Reply

    Salam kenal, baru pertama kali saya mampir di blog ini.
    Senang rasanya ada blog yang membahas tema investasi juga selain saya..

    Ngomong2 soal tax amnesty, kalo dibandingin negara lain emang termasuk oke punya kita..

    Salam

    • administrator January 3, 2017 at 6:34 PM - Reply

      The best.. Diakui sama Amerika dan London kok. Nggak pernah ada dalam sejarah Tax Amnesty sesukses ini.

Leave A Response »