Mengapa Asuransi Kesehatan Pribadi Tetap Harus Kita Miliki Selain BPJS

administrator January 12, 2017 0

Dengan adanya ketentuan dari pemerintah mengenai kewajiban kepemilikan BPJS bagi seluruh masyarakat Indonesia, timbul pertanyaan penting lain: dengan kita sudah memiliki BPJS, apakah kepemilikan asuransi swasta lain untuk pribadi juga tetap penting dimiliki?

Seperti yang kita ketahui, masih ada pro-kontra mengenai keberadaan BPJS ini. Dan sebagai bahan pertimbangan, berikut hal-hal yang bisa kita jadikan alasan kenapa penting juga bagi kita untuk tetap memiliki asuransi kesehatan, di samping BPJS:

1. Tidak semua rumah sakit menerima BPJS.
Penunjukkan rumah sakit tertentu untuk kondisi media tertentu membuat kita sering bingung dan menerka-nerka, sebenarnya rumah sakit mana saja sih yang menerima BPJS?

Hal ini tentunya menimbulkan ketidaknyamanan tersendiri, walau mudahnya memang kita bisa bertanya pada hotline BPJS, namun bagaimana kalau ternyata rumah sakit rujukan terletak sangat jauh? Dan ditambah lagi, antriannya yang melelahkan, membuat saya merasa nggak tega kalau kebetulan orangtua saya yang sakit dan harus berlama-lama antri.

2. Medical Record
Tidak sedikit pula diantara kita yang memiliki rekam medis selama puluhan tahun di rumah sakit tertentu, sehingga kitapun merasa nyaman untuk berinteraksi dan berobat di rumah sakit langganan keluarga. Bagaimana kalau ternyata rumah sakit yang dicover oleh BPJS tidak termasuk dalam rumah sakit pilihan kita?

Foto sumber: verywell.com

Foto sumber: verywell.com

 

Asuransi pribadi memungkinkan kita untuk memilih rumah sakit sesuai dengan kenyamanan kita. Bahkan banyak sekali rumah sakit yang tidak termasuk dalam layanan BPJS justru ada di dalam pilihan daftar rumah sakit penerima asuransi pribadi kita. Sehingga tidak mustahil dari rekam medis yang kita miliki selama puluhan tahun, dokter akan lebih jeli juga dalam mendeteksi dan melihat perkembangan kesehatan kita dari waktu ke waktu. Dan malah ada banyak sekali hal-hal yang bisa dicegah lebih dini berkat rekam medis ini.

3. Adanya fasilitas lain yang dicover oleh Asuransi pribadi
Mulai dari tingkat pilihan kamar yang lebih nyaman, sampai penggantian uang tunai, atau bahkan kemungkinan ganti rugi rupiah akibat suatu penyakit dan kondisi medis tertentu, semua bisa dicover dan diganti oleh asuransi pribadi yang kita miliki. Ada juga perlindingan asuransi jiwa di dalamnya, sehingga keluarga yang ditinggalkanpun bisa menerima benefit atau manfaat lebih dari jumlah yang sebenarnya kita bayarkan, sesuai dengan pilihan dan kemampuan kita membayar asuransi kesehatan swasta.

Memang nilai seorang keluarga juga tidak bisa dihargai dengan rupiah, seberapapun besarnya itu. Namun keberadaan nilai tunai ini mungkin malah bisa menyelamatkan mereka yang ditinggalkan agar kemungkinan terburuk yang mungkin terjadi, malah bisa diminimalisir.

4. Asuransi kesehatan swasta memberikan kenyamanan
Sistem birokrasi yang masih mengharuskan seseorang mengantri sangat lama untuk mendapatkan pengobatan gratis dengan BPJS, bisa jadi memberikan kelelahan tersendiri untuk mereka yang sakit. Sementara untuk mereka yang mampu membeli dan memiliki asuransi kesehatan pribadi, hal ini bisa membuahkan ‘kenyamanan’ bagi kita yang sakit.

Perlu diketahui bahwa beberapa asuransi malah hanya mewajibkan kita untuk membayar premi selama beberapa tahun pertama saja, dan ada yang memberikan fasilitas bebas premi untuk sekian tahun berikutnya sampai usia 99 tahun.

Bukankah hal ini justru menunjukkan bahwa memiliki fasilitas asuransi pribadi malah bisa lebih murah dari kepemilikan BPJS karena gratis? Sementara dengan bertambahnya usia, otomatis kenyamanan benar-benar sangat dibutuhkan. Antrian panjang dan melelahkan, adalah sesuatu yang ingin kita hindari.

Medical doctor and happy family patient. Isolated on white background. Health care.

Foto sumber: advisoryhq.com

Keberadaan asuransi pribadi juga sudah memiliki co-operation of benefit dengan BPJS, jadi ada program kerjasama yang bisa saling melengkapi.

Asuransi sendiri itu sebenarnya adalah proteksi, bukan investasi. Jadi memang sudah menjadi peran asuransi untuk melindungi kita, baik dari segi kesehatan atau harta benda yang kita miliki. Apakah yang perlu kita lindungi, itulah yang sebaiknya kita asuransikan.

Kalau misalnya peran kita sebagai tulang punggung keluarga memakan porsi yang besar dalam satu keluarga, maka ketika kita dihadapkan pada kondisi kesakitan, peran asuransi sangat penting di sini. Karena kadang putusnya penghasilan menjadi kendala terbesar kala kita sakit. Apalagi mungkin harus memikirkan biaya yang bisa saja tidak sedikit oleh karena kesakitan tersebut, dan kebetulan, tidak dicover BPJS.

Ide awal dari asuransi sendiri adalah untuk melindungi orang-orang yang kita cintai. Atau dengan kata lain, kepemilikan asuransi adalah bentuk sikap kita yang tidak egois, karena semata-mata kita ingin melindungi keluarga kita dari kekhawatiran-kekhawatiran, kalau terjadi apa-apa dengan kita. Misalnya karena kecelakaan, kebakaran dan lain-lain, asuransi bisa menjadi penyelamat yang tidak terduga.

Beberapa asuransi memungkinkan kita untuk melakukan klaim ganda, sehingga bisa mengurangi kekhawatiran-kekhawatiran tersebut, yang mungkin timbul akibat sakitnya kita ini. Dengan begitu, kita yang sakit malah diuntungkan. Karena selain perawatan medis terbaik yang bisa kita dapatkan, ada penggantian tunai juga yang membuat kita tidak perlu merasa khawatir.

Sekarang kembali tergantung pada diri kita sendiri, apakah yang sebenarnya kita butuhkan dari suatu asuransi? Apakah hanya proteksi atas kesehatan? Kemungkinan sakit yang sehingga harus dirawat di rumah sakit? Kenyamanan atas kekhawatiran yang mungkin timbul? Atau mungkin ada nilai tunai yang justru bisa kita dapatkan sebagai pengganti income selama semalam kita dirawat?

Dan jangan lupa juga, semakin bertambahnya usia, kebutuhan akan perawatan kesehatan semakin tinggi. Kepemilikan asuransi sejak dini memungkinkan kita untuk bisa bebas biaya premi asuransi, dan memiliki rekam medis yang juga bisa menjadi dasar lebih cepatnya pengobatan dan diagnosa dalam suatu penyakit.

Kebanyakan dari kita masih merasa bahwa premi asuransi yang dibayarkan adalah mahal, dan benefit atau manfaat yang didapat tidak seimbang atau sama dengan yang diharapkan. Namun ternyata, seiring dengan berjalannya waktu, manfaat yang kita terima malah bisa jauh lebih banyak. Apalagi kalau ternyata kita pernah menderita suatu kondisi penyakit yang membutuhkan dana yang tidak sedikit, tapi ternyata dengan asuransi pribadi, dana yang dikeluarkan jauh lebih sedikit.

Dan tidak hanya itu, ada beberapa asuransi yang juga akan memberikan potongan harga atau pengembalian premi apabila tidak ada klaim suatu penyakit selama tahun berjalan. Ada juga asuransi yang melindungi untuk 1 (satu) keluarga, sehingga biaya yang dikeluarkan juga jauh lebih sedikit, namun tetap manfaat yang diterima sama besarnya.

Apapun tujuan kita, penting bagi kita untuk tetap memiliki asuransi pribadi diluar dari BPJS, yang sesuai dengan kebutuhan kita sendiri. Apalagi kalau kita termasuk mampu dalam memiliki sebuah polis asuransi. Ingatlah asuransi adalah untuk melindungi, jadi bukan uang tunai yang kita harapkan, namun lebih kepada perlindungan atas biaya medis yang mungkin dikeluarkan bisa jauh lebih besar daripada kalau kita tidak memiliki asuransi kesehatan.

Lagipula, dengan memiliki asuransi pribadi, ada rasa kenyamanan dan lega yang timbul semata karena kita tahu, sudah ada asuransi kesehatan yang melindungi kita terlebih dahulu, daripada kemudian kita harus diharapkan pada kemungkinan biaya tagihan rumah sakit yang jauh lebih besar daripada kemampuan kita, yang harus kita bayarkan.

Foto sumber untuk headlines: trust-insuranceandservices.com

Leave A Response »