Mengapa Harus Berinvestasi dan Kemanakah Sebaiknya Berinvestasi? Belajar Kembali dengan #IbuBerbagiBijak dengan Mba Prita Ghozie

yangpunya October 5, 2017 0

Dalam sesi ke-3 menyambung sesi sebelumnya dalam rangkaian acara #IbuBerbagiBijak bersama Visa, kali ini Mba Prita berbicara lebih jauh tentang investasi dan instrumen-instrumen investasi apa yang sebenarnya cocok dengan profile resiko, tujuan dan kebutuhan keuangan kita.

Photo: koleksi pribadi

Setelah sebelumnya kita belajar tentang bagaimana mengatur keuangan, langkah berikutnya adalah berinvestasi pada instrumen investasi yang sesuai dengan profile resiko dan jangka waktu yang kita butuhkan.

Ada 3 macam profile resiko yang harus kita pahami. Apakah kita seorang investor yang konservatif, moderat atau agresif? Dan selanjutnya untuk tujuan keuangannya, selain disesuaikan dengan usia kita pada saat ini, kita juga harus menyesuaikannya dengan berapa lama jangka waktu yang kita butuhkan untuk mencapai tujuan keuangan kita.

Profile resiko yang kita miliki akan memiliki korelasi dengan instrumen investasi apa yang sebenarnya cocok dengan kita. Contohnya, nggak mungkin kita menyimpan dana pensiun pada instrumen investasi saham sementara waktu pensiun kita hanya tinggal 5 tahun lagi. Dan nggak mungkin juga kita menyimpan dana pendidikan anak yang sedianya akan kita pergunakan 10 tahun lagi di deposito, dan bukan di reksadana atau saham, karena selain jangka waktunya masih terlalu lama, dengan instrumen investasi reksadana atau saham, kita malah dapat menyimpan dengan dana kecil untuk hasil yang besar dibandingkan kalau kita menyimpan di deposito.

Tapi sebelumnya, Mba Prita juga menjelaskan tentang apa sih perbedaan antara saving, invest dan speculation. Dan menurut Mba Prita, resiko terbesar sebuah investasi justru bukan dari instrumen investasi saham atau reksadana. Melainkan kalau kita berinvestasi pada bisnis. Karena bisnis yang kita kerjakan sendiri bisa mengakibatkan kebangkrutan dan ada resiko menjadi nol. Sehingga nggak bijaksana kalau kita malah meletakkan dana pendidikan anak pada bisnis kita yang sedang kita kembangkan.

Investasi sendiri memiliki resiko. Ada 4 resiko yang perlu kita pahami, sehingga bisa menjadi dasar ke manakah sebaiknya kita meletakkan investasi kita untuk tujuan keuangan masa depan, yaitu resiko liquiditas, resiko volatilitas harga, resiko gagal bayar dan resiko pasar.

photo: koleksi pribadi

Namun resiko yang paling besar dalam berinvestasi adalah justru apabila kita terkena risiko penipuan berkedok investasi. Bagaimana caranya kita bisa tahu apakah investasi yang kita lakukan adalah penipuan atau tidak, bisa kita cek ke OJK yang jelas memiliki daftar perusahaan investasi bodong atau instansi pemerintah terkait.

Ada 3 cara yang sebaiknya kita lakukan dalam menambah investasi agar tidak terjerat kerugian yang besar, yaitu pertama dengan melakukan cost averaging, atau secara bertahap dan sedikit demi sedikit kita mulai menabung instrumen investasi dan bukannya sekaligus, kedua dengan melakukan diversifikasi, atau tidak menaruh telur dalam satu keranjang, tidak berinvestasi hanya di logam mulia saja, properti saja, reksadana dan saham saja, namun ada keseimbangan antar instrumen investasi, dan ketiga dengan perpanjangan waktu.

Perpanjangan waktu sangat efektif dalam meminimalisir resiko, karena investasi adalah alat terbaik bagi kita untuk dapat mencapai tujuan keuangan jangka panjang.

photo credit: koleksi pribadi

Memang kita dapat mengatur sendiri keuangan kita bagaimana dan bahkan memikirkan sendiri mungkin apa saja intrumen investasi yang cocok dengan tujuan keuangan kita. Namun dengan berkonsultasi langsung dengan perencana keuangan, kita malah bisa berdiskusi yang menambah ilmu dengan lebih banyak, nggak usah harus bingung juga instrumen investasi apa saja dan berapa banyak dana yang baiknya kita sisihkan dan lain-lain. Semuanya sudah dibantu dipikirkan oleh tenaga profesional. Setidaknya dengan demikina juga, kita nggak akan dengan mudah terjebak oleh investasi bodong yang menjanjikan return besar, namun kemudian malah membawa kabur uang hasil jerih payah kita. Karena semua investasi pilihan sudah dipilihkan untuk kita.

Lagipula, kita tentunya ingin tetap bisa hidup nyaman dan malah bisa menyekolahkan anak-anak ke jenjang pendidikan terbaik bukan?

Leave A Response »