Nonton Bareng Preman Pensiun, Film Indonesia Sarat Makna Dengan Warna Yang Berbeda

yangpunya January 13, 2019 2

Banyak yang pastinya familiar dengan sinetron Preman Pensiun. Sinetron dengan judul sama yang tayang terakhir 3 tahun lalu ini akhirnya diangkat ke layar lebar oleh MNC Movie. Mengobati kekangenan pada Didi Petet, Kang Mus, Murad dan Pipit, serta Kinanti, film Preman Pensiun seolah membawa kita kembali pada kerinduan akan kelakuan para preman yang mampu membawa untuk tertawa, menangis, dan akhirnya malah respect akan nilai kekeluargaan yang mereka usung. Banyak adegan tidak terduga yang muncul, yang membuat alur cerita menjadi terasa manis dan mudah untuk diikuti.

Tanpa meninggalkan warna yang sama dari sinetron Preman Pensiun, inilah 7 alasan kenapa Preman Pensiun sangat layak banget untuk ditonton, walau kamu nggak pernah ngikutin sinteronnya:

1. Warna yang berbeda dan sarat makna
Biasanya sih, kalau nonton film Indonesia, ada kemiripan dalam tema dan alur cerita. Preman Pensiun akan memberikan warna yang berbeda. Setiap dialog yang kayaknya sederhana, ternyata menjadi sarat makna, yang sering membuat saya jadi mikir sendiri. Dalem ya ternyata film ini.

Mulai dari ketawa, senyum, ngakak lagi, sampai terhanyut dengan cerita, plus manggut-manggut, itu sepertinya reaksi asli saya ketika nonton bareng film ini.
Dan untuk temen-temen yang nggak pernah mengikuti sinetronnya, nggak usah khawatir. Tetep bisa ngikutin kok dan dijamin terhibur banget dengan aksi pemain-pemainnya.

2. Tribute untuk Didi Petet, mengobati kerinduan akan sosok Didi Petet yang saya kagumi
Awal film dibuka dengan sosok terakhir Didi Petet atau Kang Bahar memberikan cincinya pada Kang Mus, dengan pesannya yang terngiang. Dalam kesan dan pesan yang disampaikan oleh Epy Kusnandar-pun iapun mengakui, alasannya untuk mau kembali shooting di film ini adalah karena kerinduannya akan sosok Didi Petet yang banyak ngobrol dan mengajarinya tentang banyak hal.

Penggemar sinetron Preman pensiun sendiri juga sepertinya sudah menantikan, selain mengobati kerinduan akan para pemainnya dengan tingkah polahnya, ada penasaran tentang bagaimana sih kehidupan para preman ini setelah pensiun?

3. Aksi Murad dan Pipit yang sukses mengocok perut
Bener-bener deh. Astagah kelakuannya berdua! Sampai sekarang tiap inget saya masih mau ngakak sendiri. Kok bisa ya orang badan yang gede-gede kayak gitu, muka preman abis dan asli serem, ternyata justru yang mampu ngebuat saya ngakak berkali-berkali di film.

Kalau boleh sombong dikit, saya bukan tipe orang yang bisa gampang dibikin ketawa sama komedi yang biasa disodorin ala film Indonesia. Tapi ini, asliiii ngakak kenceng banget! Penanpilan kocak Murad dan Pipt ngebuat saya salut dan berubah pandangannya tentang mas mas preman ini. Pengen cerita tapi takut spoiler. Jadi mending nonton sendiri ya.

4. Alur cerita yang sederhana, sehingga siapapun yang menontonnya bisa mengikutinya
Dibilang sederhana, nggak juga sih. Lebih kompleks malah dari tema-tema yang biasa diusung seperti sinetronnya. Tapi film Preman Pensiun sama sekali nggak meninggalkan ciri khasnya, lengkap dengan komedi satir yang dikemas dengan dialog ringan, bener-bener bikin kita ngakak atau minimal senyum deh nonton film ini.

Arif Nugraha selaku sutradara dan penulis cerita sendiri sempet cerita kalau film ini dibuat selesai hanya 3 minggu, dan seminggu sebelum pengambilan gambar, semua aktor belum tahu endingnya bagaimana.Jadi, nantikan ending yang penuh kejutan ya.

5. Nilai kekeluargaan yang tinggi
Kinanti, yang diperankan oleh Tya Arifin, ceritanya anak Kang Bahar yang diperankan oleh alm. Didi Petet, tampak masih mencoba menjaga nilai kekeluargaan antara dirinya dengan keluarga Kang Mus, dan anak buahnya. Seolah peran Kinanti, jadi pengikat rasa dan makna keluarga yang terjalin dan dibina oleh ayahnya dahulu.

Ada beberapa dialognya yang menarik dengan Kang Mus, yang membuar saya berpikir dalam, hanya karena seseorang sudah meninggal, bukan berarti ia hilang. Tapi nilai yang ditinggalkannya, yang akan terus hidup.

“SETIAP PERTANYAAN HARUS TERJAWAB DI KAMU, SETIAP PERSOALAN HARUS SELESAI DIKAMU”
-KANG BAHAR-

Dan ini termasuk salah satu adegan yang paling menyentuh buat saya.

6. Preman juga manusia
Mungkin agak aneh melihat sub-judul yang saya pilih. Tapi jujur deh, siapa sih yang nggak ngeri kalau ketemu preman? Saya begitu nyampe ke lokasi nobar, langsung ngeri loh ngeliat sosok Murad dan Pipit yang badannya gede-gede. Ga berani deket-deket, karena udah ke-intimidasi duluan sama mukanya yang syerem. Sementara dengan santainya temen-temen deket malah minta foto bareng dengan cueknya loh.

Daaaaannn.. apa yang terjadi? Setelah nonton, asli saya nyesel sendiri. Kenapa ya saya punya prejudice dan prasangka seburuk itu. Kan mereka aktor. Lebih lanjut bahkan diceritakan pas press conference, Pak Sutradara sekaligus penulis skenario cerita kalau suasana di lokasi shooting, sudah nyampur antara crew dan aktor. Semuamembantu, semua ikut berpartisipasi, sehingga suasana shooting sangat nyaman dan keluargaan.

7. Pilihan premiere hanya di Jakarta dan Bandung.
Berbeda dengan kebanyakan film yang diproduksi oleh MNC, film Preman Pensiun ini hanya akan dirilis di Jakarta dan Bandung saja. Bandung dipilih karena memiliki nilai historis tersendiri, yaitu Sama seperti versi serial televisinya, Bandung dijadikan kota utama berlangsungnya syuting film Preman Pensiun. Jadi jangan heran kalau ternyata ada beberapa tempat yang kamu merasa ‘kenal banget’ nih dan ‘tahu banget’ ini di mananya Bandung.

Untuk teman-teman yang mau nonton, nantikan ya penayangan Preman Pensiun di kota Bandung dan Jakarta tgl 17 Januari 2019 nanti. Semoga terhibur seperti saya, dan jelas, ini salah satu film yang paling saya rekomendasikan untuk wajib nonton di awal 2019.

Bravo buat MNC Movie atas film Preman Pensiunnya.

Nah buat yang penasaran bagaimana sih film ini seru dan kocaknya, ini ya trailernya.

2 Comments »

  1. Riri Restiani January 16, 2019 at 10:36 PM - Reply

    Serial tv nya aja lucu banget, apalagi dibioskopnya nih, wajib banget nonton 😀

    • yangpunya January 17, 2019 at 12:00 AM - Reply

      Aku aja yg ga pernah nonton sinetronnya terhibur banget. Bener bener film wajib nonton.

Leave A Response »