Pentingkah Mempersiapkan Dana Liburan?

administrator June 25, 2014 0

Kenaikan kelas anak-anak biasanya selalu ditunggu karena itu berarti kesempatan untuk bisa liburan dengan keluarga. Bahkan masa-masa liburan sering sekali di sebut high season atau peak season sebagai pertanda bahwa kepadatan tempat-tempat wisata menjadi lebih tinggi kepadatannya dari biasanya.

Dan biasanya selalu didukung dengan lebih mahalnya tempat-tempat penginapan dan tempat pariwisata lain, bahkan juga harga-harga transportasi udara juga lebih mahal.

Satu hal yang saya pahami, we have to reward our-self. Setelah bekerja selama setahun atau 6 bulan atau berapa bulan, bukankah kita pantas untuk mendapatkan liburan sedikit? Atau mengejar waktu yang tertinggal karena kita terlalu sibuk berkantor dan anak-anak sekolah?

Untuk para working parents, sangat sulit bagi kita untuk menyeimbangkan waktu antara pekerjaan dan anak-anak. Kita sudah menjadi terlalu letih di akhir minggu, sementara anak-anak tentunya ingin waktu berkualitas dengan orang tua. Sementara seringkali justru pada saat weekend, kita masih dikejar-kejar oleh janji meeting dan pekerjaan yang sebenarnya bisa ditunggu atau ditunda sampai Senin, but somehow beberapa orang tertentu ‘membutuhkan’ jawaban dan diskusi segera per hari Minggu.

Liburan dapat menjadi ajang kita untuk me-recharge energy agar dapat kembali ke kantor dengan tenaga baru.

Sementara sebenarnya, waktu-waktu liburan sudah kita dapat atur dan rencanakan. Namun bagaimana kalau kita ternyata hanya memiliki dana yang terbatas?

Investasi bisa menjadi salah satu pilihan yang baik, apabila kita ingin merencanakan liburan yang menurut kita kok sepertinya tidak terjangkau. Bagaimana menghitungnya? Berapa banyak biaya yang harus dipersiapkan? Kapan sebaiknya kita mulai melakukan reservasi? Cara apa dan bagaimana yang efektif untuk dapat memenuhi budget tanpa tercekik?

Kalau kita masih harus mengalami liburan namun tetap khawatir dengan dana yang tidak cukup atau malah harus berhutang demi memenuhi kebutuhan liburan, I think that is not a wise move.

Ada baiknya kita merencanakan liburan namun juga merencanakan pengeluaran tanpa rasa bersalah, sehingga pada saat dana atau mata uang asing yang telah kita siapkan habis, kita dapat bernafas masih lega dan bisa berkata,”Toh memang sudah budgetnya untuk itu.”

Rasa bersalah sehabis liburan bukan sesuatu yang baik, sehingga tanpa sadar nanti kita malah akan terbeban dengan kewajiban membayar hutang dan pusing kembali memilikirkan persiapan hutang yang tidak perlu untuk liburan mendatang. Akibatnya, kita sendiri malah tidak bisa menikmati liburan kita sendiri, dan malah mengisi waktu liburan dengan marah-marah pada anak atau pasangan, karena yang dibawa adalah beban, bukan justru malah usaha untuk melepaskan beban.

Jadi apa yang dapat kita lakukan untuk bisa menikmati liburan yang menyenangkan tanpa rasa bersalah dan tanpa hutang?

Rencanakan.

Kita tahu kapan anak-anak libur, atau kira-kita di bulan apa kita bisa menikmati liburan. Satu hal yang penting: kita harus meluangkan waktu untuk liburan.

Liburan tidak hanya sekedar me-recharge ulang energi kita, namun juga bisa menjadi ajang untuk mendekatkan kita dengan pasangan dan atau anak-anak.

Kita bisa mulai perencanaan liburan dengan melakukan investasi. Piihan reksadana pentapatan tetap, obligasi, dan surat utang negara bisa kita jadikan instrumen investasi pilihan untuk rencana liburan 1-3 tahun ke depan, dan reksadana campuran bisa kita jadikan pilihan untuk rencana liburan 3-5 tahun ke depan, karena pastinya memberikan return yang lebih baik daripada depositi atau tabungan.

Bagaimana dengan cara penghitungannya?

Bulan September 2013, U.S dollar hanya berkisar Rp. 9.000,00 sementara sekarang sudah mencapai angka Rp. 12.000,00 (OUCH!!) Ada kenaikan signifikan yang lebih dari 30% untuk mata uang ini. Namun untungnya pilihan pariwisata atau tempat tepat liburan hanya mengalami kenaikan 10%-15% per tahunnya. Jadi sebenarnya bisa kita mulai hitung sendiri.

Memanfaatkan promo liburan juga bisa menjadi salah satu alternatif yang baik. Beberapa tempat travel memanfaatkan kerjasama dengan beberapa kartu kredit untuk bisa memberikan harga terbaik. Atau beberapa maskapai penerbangan juga bisa memberikan promo diskon dan harga super miring dalam waktu-waktu tertentu, sehingga kita bisa mendapatkan harga yang sangat murah untuk penerbangan ke luar negeri.

Apapun itu, luangkan waktu untuk liburan. Rencanakan, hitung pengeluaran yang mungkin, dan berilah hadiah pada diri kita sendiri dan pasangan.

Investasi mulai dari 250 ribu per bulan atau 500 ribu per bulan untuk liburan tentunya tidak sulit daripada harus menyediakan mendadak Rp. 50 juta rupiah 3-5 tahun mendatang. Dan liburan juga tidak harus ke luar negeri atau tempat mahal. Namun perubahan suasana, tempat dan lain-lain, tetap bisa juga menjadi pilihan, tergantung bagaimana kita merencanakan dan menyikapinya.

Be wise, invest and take a holiday.

You deserve a time off from your routine and reward yourself a little.

Toh pada akhirnya jiwa yang bahagia karena liburan yang cukup malah akan membawa produktifitas yang lebih baik bukan?

Sekian artikel dari saya. Bila ada pertanyaan atau ingin berkonsultasi langsung dengan penulis, anda dapat mention penulis via twitter di @fioneysofyan atau bisa mengirimkan email ke admin@fioneysofyan.com

Thank you for reading 🙂

Leave A Response »