Membuat Resolusi Keuangan Yang Sukses Ala Warren Buffett

administrator January 6, 2016 0

Ever wonder why yang namanya Resolusi tahunan kita kok ga selalunya semua tercapai? Mungkin 1-2 yang tercapai. Beberapa yang beruntung malah mungkin mencapai 4 sampai 5 resolusi keuangannya. Bahkan ada beberapa yang cukup beruntung dengan kemampuannya malah mampu memenuhi semua resolusinya.

Jadi apa yang membedakan? Targetnyakah? Usaha? Kemauan? Kendala yang mendukung atau tidak mendukung?

Daripada kita fokus kepada kenapa working or not working, mari kita coba cara yang efektif yang biasa dilakukan oleh Opa Warren Buffett. Dalam salah satu artikel tentang Opa Warren yang saya baca, Beliau menyebut tentang cara 20/3-nya yang menarik. Simple banget. Dan cara ini selalu dilakukan Opa Warren dalam menentukan saham manakah yang akan dia pilih atau prioritas mana yang lebih penting.

Tapi berhubung kali ini kita ga bicara saham, tapi lebih ke resolusi keuangan, mari kita alihkan pengertian saham ke dalam mindset keuangan secara global.

Pertama-tama kita bikin list 20 hal tentang keuangan yang ingin kita lakukan atau apapun yang ingin kita miliki.
Contoh:
1. Ingin punya rumah baru
2. Beli mobil baru
3. Beli hape baru
4. Punya cincin berlian 1 karat, dst-nya, dst-nya.

Setelah lengkap 20 list kita, be specific . Layaknya orangtua, alam semesta tidak akan memenuhi keinginan kita, kalau kita spesifik dalam merumuskan apa yang kita inginkan. Seperti anak kecil yang meminta uang pada orangtuanya, orangtua pasti bertanya: untuk apa? berapa yang dibutuhkan?

Jadi kita spesifikasi reslusi keuangan kita dengan lebih spesifik.
Contoh:
1. Ingin punya rumah baru di daerah the Breeze, BSD City, dengan luasan 450 m2, seharga Rp. 5 milyar (misalnya)
2. Beli mobil Honda Mobilio Putih tahun 2016 baru Automatic transmission type E CVT (misalnya)
3. Beli handphone Samsung S6 warna putih
4. Liburan ke London bersama Hanni tgl 1-9 September 2016
dan seterusnya, dan seterusnya.

Setelah kita memiliki 20 list, coret 3 list terbawah yang kita anggap tidak penting, dengan mempertanyakan hal ini kepada diri kita sendiri: Is it important? Is it really important? Why? Apakah dengan memenuhi list ini hidup kita akan menjadi lebih baik? Apakah dengan memenuhi list ini akan bermanfaat untuk orang lain? Apakah hal ini akan membuat kita mengorbankan sesuatu yang lain? Apakah usaha yang kita mau lakukan untuk memenuhi hal ini? Apakah yang kita benar-benar mau korbankan untuk dapat memenuhi list ini?

Dan tanyakanlah hal-hal lain yang mungkin berhubungan dengan resolusi keuangan kita. Kalau kita ada keraguan, sedikiiiitt saja, coret! Artinya list tersebut ga worth it ada di dalam jajaran resolusi keuangan kita.

Dari 20 list, setelah dicoret 3, kini kita memiliki 17 list resolusi keuangan yang spesifik. Ulangi, coret 3 list lagi yang kurang penting. Ulangi terus sampai kita sampai pada 5 list terakhir. Perhatikan baik-baik karena itu adalah resolusi keuangan kita yang paling penting buat diri kita sendiri. And so we owe it to ourself to make it happen.

Dan sekarang, make time, do some research, do something new, something extra work, karena kalau tidak list penting kita tersebut hanya akan menjadi resolusi yang tidak akan terealisasi seperti tahun tahun sebelumnya.

Buat time table, bikin progress report dan pahami, ketahui apa kelemahan dan kekurangan kita dalam mencapai target-target ini, kenali dan sadari kekuatan-kekuatan yang kita miliki untuk mencapainya. Apa saja, dan bagaimana. And you know what? We have the power to make it happen 🙂 Beneran, bisa!

Memang akan ada masanya dimana kita akan merasa berat. Kayak IHSG aja kok, ada masa-masanya yang namanya semangat bisa runtuh dan kayaknya rainy day is our eternal friends. But, you can never see a rainbow if you do not experience the rain 🙂 And the best sunset, is always in a cloudy sky.

Kita butuh teman yang bisa jadi cheerleaders dan tim support kita. Kelilingi diri kita dengan teman-teman yang berenergi positive, karena mereka bisa menjadi bensin tambahan buat semangat kita. Memang kita sendiri yang bertanggung jawab atas semua kebahagian dan hal-hal baik pada diri kita. But a simple kind reminder will help us through tough time. 🙂

Sekian artikel dari saya. Bila ada pertanyaan atau ingin bertanya langsung dengan penulis, anda dapat mention penulis via twitter di @fioneysofyan atau bisa mengirimkan email ke admin@fioneysofyan.com

Terima kasih. Namaste.

foto featured by : gettyimages

Leave A Response »