Say Something..

administrator January 27, 2016 2

Saya ingin bercerita tentang suatu kejadian kecil ketika terjadi bom yang meledak di Sarinah beberapa waktu yang lalu. Don’t worry, saya ga akan berbicara tentang tragedi sedihnya, polisi ganteng atau Adidas Camo serta Gucci sneakers yang juga sempat jadi trending topik saat itu.

Namun saya akan bercerita dari sisi yang lain.

Sekitar pukul 10.22 pagi, salah seorang teman saya yang kebetulan bekerja di salah satu gedung dekat dengan lokasi mengabarkan pertama kali di group. Itu ledakan pertama yang terjadi, sebelum drama berikutnya dimulai.

Saya ingat apa yang saya rasakan saat itu. Mendadak jantung saya seolah berhenti berdetak. Karena mendadak saya ingat, ada seseorang yang saya kenal sering berada di daerah sana untuk meeting. What if something bad happen to him?

Langsung reflek orang pertama yang saya hubungi adalah dia. Dengan panik saya bertanya padanya apakah ia baik-baik saja? Dan apakah ia berada di lokasi sekitar tempat kejadian? Saya mencoba memberitahukan padanya soal bom itu. Daaaann dengan santainya ia menjawab,”Iya nih, lagi baca juga kok di group soal bom.”

Oh ya udah.

And then it hits me. I love him.

Ia bukan teman baru atau seseorang yang baru saya kenal. Teman lama. Dan kita dekat. Tapi on dan off, juga. Karena waktu itu juga saya sedang punya teman dekat, dan bla-bla-bla, sementara dia,.. wel.. he’s just being him.
But in every ups and down, he’s always there for me.

Do I love him diem-diem? I don’t know. Maybe.
Tapi yang jelas, dia itu teman curhat saya, sahabat terbaik saya, yang kita sering ngobrol interaksi bersama, namun seriusan, ga pernah terpikir kalau sebenarnya, atau diam-diam tanpa sadar saya ternyata punya rasa yang khusus tentang dirinya.

Ada horor yang sangat menakutkan yang saya rasakan pada saat itu. What if, there are words that left unsaid, sehingga sebenarnya dia ga pernah tahu bagaimana perasaan saya yang sebenarnya? Jujur, saya lebih suka diem aja nggak ngomong soal gimana sih sebenarnya isi hati saya. Tabuuuuu kaleeee.. Daannnn lagipula saya ‘kan perempuan.

But what if, just what if.. ternyata hari ini hari terakhir kita ketemu, dan toh pada akhirnya ada rasa yang terpendam yang ga pernah kita berani ungkapkan. Will you still kept it as a secret? Or will it be my secret regrets?

Beberapa hari kemudian ia telpon. My hearts melt mendengar suaranya. Asli, kok mendadak suaranya jadi enak banget ya didenger di telpon? We talk about other things. Dan baru kali ini saya merasa kok saya jadi jaim ya? Mencoba setengah mati supaya suara saya terdengar sangat ‘normal’ dan biasa saja.

Dan hal ini mebuat saya berpikir, haruskah ada kejadian luar biasa yang menakutkan bagi seseorang, untuk mengeluarkan ‘pesan’ terpendam sebenarnya dalam hati kita sehingga rasa hati yang paling dalam akhirnya keluar? I was soooo damn afraid something bad happen to him. Dan sekarang setelah saya tahu ia nggak apa-apa, should I tell him? Or just simply let those unspoken words left unsaid?

In life, we tend to forget and ignores our true feelings towards someone. We let ourself belief that we still have time with them dan jadi kalau mau ngomong hal-hal yang sebenarnya ingin kita ungkapkan, nanti-nanti aja deh. We tend to forgot time is not always on our side. Siapa yang akan menyangka kejadian Bom di Sarinah akan terjadi? Dan seseorang yang hanya sekedar menyebrang jalan atau kena tilang harus meregang nyawa. What if those people are our love ones? People whom we left unsaid, all the things we should’ve said.

Masih terbayang oleh saya betapa kaki saya lemas memikirkan he could be there, thank God he’s not. Tapi setiap ketemu dengan dia juga, akhirnya saya cuma bersikap jaim sok galak, padahal dalam hati sampai sekarangpun saya masih bertanya-tanya, should I tell him this? This words whom I left unsaid, dan membiarkan perasaan itu berlalu aja, semata karena takut.. what if he doesn’t feel the same? What if I lose him anyway, karena pertemanan dan persahabatan yang udah ada jadi rusak salah kaprah gara-gara rasa lain yang namanya cinta?

Or I just have to wait until nothing happen for all the words that left unsaid?

Say something, should we?
Should I say something for the words I should’ve said?
For all the love that should not meant?
You are my best friend, I would have said
But my heart couldn’t deny what I should have said..

Say something, my heart is beating.
What if I’m wrong? What if I just have to let my heart not knowing
Let us just spend our time together laughing.
And maybe I just can forget with my best friend that I’m falling.

Say something..

2 Comments »

  1. hendri February 9, 2016 at 7:48 PM - Reply

    ehm….
    seru nih tann, jangan2 salah ni manggil tantee, semangatnya anak muda bgt tan hehe

    yaudah tan kalau ada rasa mah, knp enggaaaa, selama semua senang it’s ok tann

    diupdate tan kalau bisaa saya jd penasaran nihhhhh huehue

    • administrator February 9, 2016 at 7:54 PM - Reply

      Huahahahahahahahahahaha…
      Sialan jadi maluuuu..
      Hendriiiii.. mau umur berapa boleh dooong juga sayah jatuh cinta atau punya rasa 😛

      Hihihihihihi… saya kan masih manusia juga.

Leave A Response »