Sebuah Cerita tentang Bapak Ahok, Gubernur DKI Jakarta

administrator July 29, 2015 40

Sebenarnya, saya bukan tipe orang yang suka berkomentar tentang pemerintah. Baik tentang Bapak Presiden Joko Widodo, apalagi Bapak Gubernur DKI yang akrab disapa Ahok. Sesederhana karena pemikiran: kalau saya ada di sepatu mereka, dan harus membuat keputusan seribet itu ngurus negara, belum tentu saya mampu. Jadi biarlah Bapak-bapak dan Ibu-ibu ini melakukan pekerjaannya. Saya netral.

Sampai akhirnya hari Senin kemarin tgl 27 July 2015, dear Bapak Basuki alias Ahok, sukses Bapak membuat saya menangis di Halte Bus Trans Jakarta Gelora Bung Karno. And I think I should share what I saw that time.

Jadi ceritanya, secara tumben saya ada meeting jam 8.30 pagi di Starbuck Sarinah Thamrin. Awalnya saya ga ngeh banyak sekali spanduk yang kira-kira bunyinya begini: “Selamat datang peserta KJP” atau “Untuk peserta pengguna KJP dapat menggunakan bus TransJakarta secara gratis” Yah, karena awalnya ga ngeh dan ga interesan, sayah ga foto-foto.

Selesai meeting jam 12 siang, saya menuju ke arah Gelora Bung Karno, karena ada janji makan siang dengan seorang teman. Naik dari halte TransJakarta Sarinah, mulai agak heran. Karena kok tumben yang namanya Bus Trans Jakarta ‘lebih rajin’ lewat dari biasanya. Ramai memang, tapi siang ini saya ga perlu jadi sarden, atau menunggu lebih dari 15 menit.

Berdiri di depan, seorang ibu-ibu yang menggandeng anak kecilnya, menangkap perhatian saya. Anaknya segede Aurora. Tampak bingung dan setengah takut berada di bus Trans Jakarta yang mungkin asing baginya, ga seperti ‘kebanyakan’ transportasi umum. Saya memberi tanda ke anak kecil itu supaya mendekat dan berpegangan, kasihan kalau jatuh. Sementara si Ibu berusaha bertanya pada petugas, tapi sepertinya kurang ditanggapi.

Serta merta si Ibu berdiri di depan saya sambil tersenyum dan bertanya,”Mba kalau mau ke Plaza Senayan turunnya di mana?”

Saya jawab,”Oh nanti ibu turun di halte yang Ratu Plaza, terus jalan sedikit ya Bu ke belakang.”

Tanpa diminta, si Ibu kemudian bercerita kalau anaknya mendapat kartu KJP. Dan ia bisa membeli keperluan sekolah sebesar Rp. 700.000,00 hari ini dan harus dihabiskan. Dan belinya di Plaza Senayan.

Saya bengong. Dua kali bengong tepatnya. Bengong pertama karena si ibu dapet uang Rp. 700.000,- dari pemerintah, dan bengong kedua karena.. Kok di Plaza Senayan? Di Plaza Senayan ituh tempat penukaranyah? Kayaknya ga mungkin.

“Ibu yakin di Plaza Senayan tempat penukarannya?” saya tanya ulang.

“Iya katanya begitu. Pokoknya nukernya di Plaza Senayan, saya dikasih ini,” kata si Ibu menunjukkan kartu KJP-nya.

“Ada kertas keterangannya ga Bu? Soal penukarannya di mana, kapan dan lain-lain?” penasaran saya bertanya lebih lanjut. Karena kasian saja kalau si Ibu ini salah arah. Maaf ya Bu, soalnya saya ga tahu apa-apa soal ini.

Si ibu langsung mengeluarkan plastik kresek warna hitam yang hanya itu yang dia bawa (boro-boro tas atau dompet) dan memperlihatkan isinya ke saya. Isinya hanya buku tabungan dari Bank DKI.

“Oh bukan ini Ibu, tapi kertas atau keterangan apa yang bisa memberitahu untuk pengambilan alat-alat sekolah ini dimana,” saya berusaha menjelaskan padanya.

Dan jawaban si Ibu bikin saya melas,”Saya ga tahu Mba, bisa tolong cari tahu?”

Untunggggg ada Mbah Google. Dan untuuuung sinyal hape lagi bagus. Jadi dalam beberapa detik, saya (baru) tahu kalau ternyata ada Jakarta Book and Education Fair di Parkir Timur Senayan, yang buku-buku serta peralatan sekolah lainnya bisa dibeli oleh peserta kartu KJP ini.

Kebetulan tempat turunnya sama, jadi saya bilang ke si Ibu untuk mengikuti saya turun di Halte GBK, dan saya tunjukkan jalan ke arah Parkir Timur Senayan.

Saya ke arah kanan, Ibu itu ke kiri, dan ternyata mudah, karena terlihat sudah banyak orang berjalan berbondong-bondong ke arah masuk Gelora Bung Karno dari pintu tengah, tidak jauh dari halte TransJakarta.

Dua setengah jam kemudian sekitar jam 3 sore, setelah sesi makan siang dan dibarengi curhat yang kelamaan, saya kembali ke Halte GBK. Saya terkejut sampe bengong sendiri (dan terpaku. Beneran baru ngerti arti kata bengong dan terpaku itu rasanya gimana karena ngeliat kejadian ini). Dari bawah, sebelum naik saja sudah kelihatan ada 6 bis TransJakarta yang antri menunggu masuk ke halte GBK.

Sejak kapan bus TransJakarta harus antri masuk halte? Kalaupun ada, sebanyak-banyaknya hanya 2-3 bis. Bukan 6.

Sampai di dalam halte, ternyata banyaaakk sekali manusianya, sampai saya harus menunggu di luar loket yang ada jalan ke atas atau menurun itu tuh. Tapi yang bikin saya terharu adalah: ada tambahan 5 petugas yang membantu mengatur. Satu orang yang mengatur barisan antri, dan ga segan segan menegur orang-orang dengan tegas yang iseng banget mau memotong antrian orang, 2 orang di pintu masuk loket membantu mengarahkan antara penumpang KJP dengan penumpang non KJP (seperti saya yang sudah punya kartu lain), supaya saya bisa masuk dengan nyaman. Iya.. NYAMAN.

Dan dua petugas lagi yang membantu mengarahkan Ibu-ibu, anak-anak, bapak-bapak dan engkong mereka yang baru turun dari bus, agar tidak bergerombol sehingga malah membuat ‘arus macet’. Seringkali mereka teriak “Pak, Bu, De, jangan tunggu di jalan, tunggu di atas, supaya ga menghalangi orang lain jalan.”

Untuk mereka yang paham, Halte GBK itu kecil loh, dibanding Halte lain, dan pintu keluar masuk bus TransJakartanya cuma dari tengah. Disini saya sampe nangis terharu.

Iya. Terharu.. Kenapa?
1. Bapak Ahok walau dengan dana dari pemerintah, baru kali ini ada yang namanya program KJP atau Kartu Jakarta Pintar, sehingga bisaaaaaa banget ribuan pelajar dapet buku dan peralatan sekolah GRATIS!
JADI SELAMA INI KEMANA AJAAAAAAAA..

2. Bapak Ahok kok bisa sih kepikiran berkoordinasi dengan sangat sangat OK dengan TransJakarta untuk meningkatkan kenyamanan dengan terus lebih rajin mengerahkan armada bus TransJakarta dan GRATIS LOOH buat pemilik kartu KJP.

3. Ternyata masyarakat Jakarta bisa tertib! Bisa Tertib antri!!!

OMG..! Ga banyak orang yang bisa seperti Ahok. Ga cuma dia mikirin peserta KJP ini tapi dia juga mikirin loh domino efek yang mungkin timbul untuk pengguna transportasi bus Trans Jakarta lain seperti saya. Dan dari halte GBK ke arah terminal Blok M, saya bisa duduk nyaman loooh jam 3 sore di bus TransJakarta. Dan percaya deh, ini langka! LAAANNGGGKAAAAA..

Sore itu, saya curhat dengan beberapa teman di group.

Esoknya, Mba Dian memberikan link ini ke saya.

Ahok Sempat Luapkan Kemarahan di Kamar Mandi

Saya semakin terharu. Ga hanya Beliau mempersiapkan semuanya, tapi juga Bapak Basuki hapaaaalll semua harga-harga wajar pasaran dengan angka sebanyak itu demiii melindungi rakyat menengah ke bawah yang disubsidi KJP. Kebayang kemarahannya akibat ‘aji mumpung’ yang dibuat oleh beberapa pelaku pasar yang justru (dan selalunya) mengutamakan kepentingan pribadi. Hadeeuuh..

Iya, saya sadar banyak yang komplain. Iya saya juga sadar masih ada kekurangan. Tapi.. Bapak Basuki make a great difference dengan power yang dia punya. Bukan malah take advantage.

Saya selalu bilang ke anak-anak saya. “Make a difference. Kalau dalam sehari saja kita bisa make a difference atau berbuat kebaikan ke satu orang saja hari ini, masa sama saja kita make a difference ke 365 orang dalam setahun.”

Mestinya hari ini, Senin tgl 27 July sampai 3 Agustus 2015, itu masuk ke dalam sejarah. Dan saya salah satu saksi sejarahnya. Karena saya melihat, bagaimana Bapak Basuki mampu make a difference ke 139.000 anak sekolah peserta KJP. And that is something.

Untuk mereka yang masih suka komplain harga mahallah inilah itulah, belajarlah bersyukur. Pilihannya sederhana kok, apakah tanpa KJP you can even afford buku sekolah dan perlatan sekolah lainnya? Rp. 700.000,- itu besar loh. Sementara untuk pedagang yang aji mumpung.. well.. keliatanlah mentalnya.

Untuk hatersnya Bapak Basuki, ask yourself this: how many people that you make a difference today? Kalau misalnya memang Anda sehebat itu, kenapa mesti hebat dengan menyebar kebencian, dan kok saya ga tahu ya kerja Anda apa untuk membuat Jakarta daan Indonesia lebih baik?

Ada beberapa artikel menarik yang saya temukan tentang Book Fair Minggu ini, mungkin bisa dibaca melalui tautan-tautan berikut.

Ahok Mengaku Utus Mata-mata Untuk Cek Harga Buku

Ahok Minta Maaf Ke Pengunjung yang Kecewa

Book Fair Apologizes Prices Removes Violating Vendors

“Life is not measure about how much thing that we have, but about how we can be happy in things that we have, and gratefulness is the way of love” ~Oprah Winfrey.

Ada berapa orang yang bisa kita make a difference dengan kebaikan-kebaikan? Kalau kita hanya bisa mengeluh, dan melihat segala sesuatunya dari sisi negatif dan buruk, bagaimana kita bisa merasa bersyukur akan hidup dan menjadi kaya di dalamnya?

“Orang-orang yang menyebar kebencian dan kejahatan, adalah orang-orang yang paling membutuhkan cinta yang sebenarnya. Oleh sebab itulah kita harus bersyukur pada mereka,” Deepak Chopra.

Saya cuma bisa menghela nafas dan bersyukur untuk seorang seperti Bapak Basuki. Bukan dari pemberitaan atau pencitraan publik, tapi saya lihat sendiri bagaimana seseorang dengan kebisaannya, membuat perbedaan yang besar banget, hal yang ga pernah saya lihat dengan mata kepala saya sendiri selama puluhan tahun saya hidup.

Jadiii… how many life we can make a difference today? That will be your choice.

Pesan sponsor dari Farhan: when I have the right to vote, I’ll vote him to be my President.

Hahahahahaha.. we’ll see Mas 🙂

Foto sumber: The Citizen Daily

40 Comments »

  1. lies July 29, 2015 at 2:07 PM - Reply

    Mba.
    Sebelum nya maaf lahir batin yah..
    tulisan nya bagus banget…

    • administrator July 29, 2015 at 2:33 PM - Reply

      Minal Aidin wal Faidzin Mba Lies, Mohon maaf lahir dan bathin.
      Ga ada maksud membuat tulisan bagus kok Mba, hanya ingin share apa yang saya lihat dan rasakan mengenai Bapak Basuki 🙂
      Sekalian reminder juga buat kita Mba.

      Terima kasihnya ke Pak Ahok saja 😀

  2. Hendrik July 30, 2015 at 9:47 AM - Reply

    Makasih buat effort nya mau nulis ini, i’ve been blessed

  3. Hendrik July 30, 2015 at 9:48 AM - Reply

    Makasih utk effort nya, i’ve touched by your writing

    • administrator July 30, 2015 at 7:51 PM - Reply

      Memang Indonesia perlu banyak sekali pejabat atau pemerintah yang peduli.
      Terima kasih 🙂

  4. mudz July 30, 2015 at 10:00 AM - Reply

    shared 🙂

  5. Hassan July 30, 2015 at 10:23 AM - Reply
    • administrator July 30, 2015 at 7:52 PM - Reply

      Setuju sekali. Memang kebaikan pejabat harus diberitakan.

  6. Fakih Setyawan July 30, 2015 at 4:39 PM - Reply

    gue yang slalu kepo sma pak Ahok lewat Youtube aja dah terkagum-kagum..
    🙂

    apalagi warga JAKARTA yang dapet fasilitas semua itu yak,,??
    😀

    • administrator July 30, 2015 at 7:54 PM - Reply

      Seperti yang saya bilang, saya saja biasanya netral, karena saya pikir semua orang sudah punya tugasnya masing-masing.
      Tapi si Bapak ini.. sukses Beliau bikin saya nangis di Halte. Hahahaha…

  7. Chavinz July 30, 2015 at 5:43 PM - Reply

    perlu dishare nih tulisannya… ijin ya bu…

  8. maxcomsimon July 30, 2015 at 11:58 PM - Reply

    mba fioneyyyy,,,
    tulisanmu LUAR BIASA !!!
    hahhahaaa…
    aku share yaa mba di FB 😀

    • administrator July 31, 2015 at 8:58 AM - Reply

      Simooooooooooooooooooooonnn.. apa kabaaarrrr… hahahaha.. terima kasih yaaaa

  9. Indra G.S July 31, 2015 at 7:39 AM - Reply

    Tulisan yang bermutu, jujur dan cerdas. Andai semua masyarakat Indonesia bisa terbuka hatinya dan menilai dari sudut pandang yang netral (tanpa ada embel2 kedengkian akan kelompok atau etnis tertentu) Indonesia ini pasti bisa lebih maju dan hidup dalam keharmonisan.

    Tulisan dan pendapat mbak, saya sangat setuju 🙂
    Great Job

  10. Yudho July 31, 2015 at 8:05 AM - Reply

    Tulisan yang sangat bagus.. wajib di share.. sampai saya pikir “make a difference” itu artinya “berbuat baik” … hehhehe..
    Keren Mbak..

    • administrator July 31, 2015 at 9:00 AM - Reply

      Terima kasih 🙂 Kebayang kalau semua orang mau make a difference ke sesama.. 😀
      Make a difference: membuat perbedaan. Atau ada terjemahan yang bilang kalau make a difference itu membuat hidup orang lain menjadi lebih berarti, bermanfaat.

  11. Sanny July 31, 2015 at 8:56 AM - Reply

    Sebenarnya saya termasuk orang yg malas menulis komentar tanggapan tentang sesuatu. Enakan langsung ngoceh..hehehe..
    TAPI, sungguh “sharing” nya sangat amat inspiratif! Thank you for sharing!

  12. thomson July 31, 2015 at 9:37 AM - Reply

    bagus sekali tulisannya… mendukung ahok jadi Capres si bagus..mslhnya rakyat Indonesia msh kental dengan SARA.. i
    tu yang membuat negara gak bakalan maju sampai kapan pun…

  13. thomson July 31, 2015 at 9:38 AM - Reply

    Ahok mmg benar bekerja Menjadi Gubernur DKI.. tapi tdk sedikit org yg Memaki2 beliau akan kebaikan dia..

  14. victor July 31, 2015 at 10:53 AM - Reply

    very nice story ! ijin share ya mba !

  15. Iwan Karyadi July 31, 2015 at 10:56 AM - Reply

    Dengan membaca cerita ini, semoga menggugah kita untuk membuat perbedaan sesuai dengan kemampuan kita di mana kita berada.

  16. Teddy July 31, 2015 at 4:44 PM - Reply

    Shalom Mbak, terima kasih sudah share via tulisannya…sangat menginspirasi, terutama buat saya pribadi…jadi introspeksi diri apa yg sudah saya buat bagi sesama…God Bless U

  17. Dave Kho July 31, 2015 at 7:54 PM - Reply

    Top lines!

  18. Tulus August 1, 2015 at 1:38 AM - Reply

    Briliant!

  19. Gidion August 1, 2015 at 6:25 AM - Reply

    Mbak mkin awalnya ga nyadar. Tp sy prcaya banget tulisan mbak sdh, sedang & kedepan akan trs membuat perubahan besar khususnya bagi warga Jkrta. Terus brbuat kbaikan mbak setiap hari dan hari dimana tulisan ini mbak share adlh hari special yg telah mbuat perubahan besar dlm hidup mbak & kita semua. GBU.

  20. Totot August 1, 2015 at 6:42 AM - Reply

    Mbak, tq sharingnya.. negara ini sangat membutuhkan org2 spt Pak Ahok utk bangkit dan butuh org2 spt mbak yg mau berbagi kebaikan pd sesamanya…. saya sdg memerangi socmed para negative thinking dgn tulisan2 bernas spt ini…maturnuwun, saya harus share tulisan ini…

  21. lidya August 1, 2015 at 7:37 AM - Reply

    thx mbak tulisannya ok banget. i’m blessed

  22. Yandi siregar August 1, 2015 at 7:50 AM - Reply

    Inpirative dan sharing yang baik g untuk kemajuan bangsa Indonesia, melalui action by leader like mr.ahokberbagi hal pentin

  23. Esti August 1, 2015 at 12:25 PM - Reply

    Mari kita bantu beliau dengan masing2 kita juga membuat perubahan.
    Terima kasih untuk tulisan keren ini!

  24. Dekrit August 1, 2015 at 2:19 PM - Reply

    Worth sharing 🙂

  25. James August 1, 2015 at 7:35 PM - Reply

    Salut…..moga tulisn mba dibaca oleh insan2 pencemooh dan pembenci di didalam bangsa ini agar mereka terbuka mata hatinya, sudah pernahkan mereka menyumbangkan hal yang baik pada bangsa dan negara atau hanya jadi insan tidak berguna penuh kedengkian…Tuhan memberkati.

  26. Sontoloyo August 1, 2015 at 8:59 PM - Reply

    Terima kasih atas sharingnya.
    Saya ga kenal dekat dengan gubernur manapun.tapi saya selalu senang apabila mengetahui mereka berbuat baik untuk warganya.

  27. Gunawan Cuaca August 1, 2015 at 10:39 PM - Reply

    Tulisan yang sangat bagus sekali mbak.
    Sampai terharu saya bacanya….

    Izin share yah….

    Terima kasih….

  28. busat88 August 2, 2015 at 1:45 PM - Reply

    ijin share ya mbak Fioney.. Tks

  29. lilis August 2, 2015 at 6:34 PM - Reply

    mbak izin share ya, sangat inspiratif

  30. administrator August 2, 2015 at 10:48 PM - Reply

    Terima kasih saya ucapkan yang sebesar-besarnya untuk semua teman yang menshare tulisan ini 🙂
    Melalui tulisan ini saya hanya ingin meneruskan dan menyampaikan kebaikan yang dibuat oleh seorang Gubernur yang saya lihat dan rasakan manfaatnya,
    Mohon maaf saya tidak bisa membalas komentar teman-teman satu per satu.

    Semoga tulisan ini bisa membuat kita bersama-sama membuat perbedaan dan kebaikan.

  31. Tisi August 3, 2015 at 9:08 AM - Reply

    Kumpulan KTP buat Ahok yuuuuk..

    • administrator August 3, 2015 at 9:21 PM - Reply

      KTP kita bukannya TangSel ya Tiz? Hahahaha..

  32. Riana gultom August 3, 2015 at 3:34 PM - Reply

    Bagus bingitsss artikelnya. Tuhan melihat hati, berdoa supaya terpilih presiden yang melayani rakyat dengan hati.

Leave A Response »