Semut Pekerja

administrator March 17, 2016 14

Biasanya kalau saya ke daerah Sudirman-Thamrin, saya paling senang pakai bus TransJakarta. Sesederhana karena nyaman dan cepat dibandingkan apabila saya harus membawa kendaraan sendiri. Dan lebih murah tentunya.

Namun satu hal yang paling membuat saya senang kalau mempergunakan publik transportasi ini adalah: saya bisa memperhatikan orang-orang yang juga ikut naik dalam bis ini. I had a chance to meet new people, and observing them.

And it really makes me wonder, what are they thinking? What are they doing? Why are they doing this? Maksudnya, kenapa mereka bekerja dan memilih untuk bekerja di tempat yang mereka bekerja sekarang. Apa memang mereka benar-benar bekerja karena passionnya, atau hanya sekedar demi gaji dan demi roda bisa berputar plus dapur ngebul?

360here

Sering juga saya melihat orang-orang yang pembawaannya menarik, rapi dan wangi. Cantik dan ganteng. Serius dan pelawak. Ada juga yang sekedar hanya memperhatikan handphonenya terus dengan earphone terpasang, ada juga pernah yang menceritakan tentang perselingkuhan suaminya dengan suara toa, sehingga saya pernah merasa seperti mendengarkan cerita sinetron lewat radio. Padahal, ini real life loh. Real lifenya dia malah.

Tapi yang paling menarik adalah suatu hari, karena agak penuh dan toh tujuan saya sudah dekat, saya memutuskan untuk berdiri. Dan tiba-tiba seorang pria masuk, dari terminal Ratu Plaza, dan terciumlah wangi menyenangkan Davidoff Coolwater cowok. Saya nggak lihat wajahnya, nggak tahu juga orangnya kayak gimana, tapi mendadak melelehlah hati.. inget mantan terindah yang memakai parfum yang sama jaman kuliah dulu, makanya hapal banget wanginya si Davidoff Coolwater ini. Huahahahahaha.

Asli saya jadi ngakak sendiri. And it really makes my day. Padahal, a glinch of that man vision aja nggak ngeliat sama sekali (Atau nggak mau ngeliat kali yee).

Anyway, entah kenapa justru saya jadi teringat akan semut pekerja. And it makes me wonder, if we have all the time and money in the world, what would you do?

Berapa banyak dari kita yang hanya bekerja saja, layaknya semut pekerja. Mungkin malah kurang dari dedikasi semut pekerja. One thing for sure, semut pekerja nggak ada yang gaji. Malah mengumpulkan makanan atau gajinya untuk orang lain. Nggak selfish. Dan memakai atau memakan seperlunya, sesuai kebutuhannya. Sementara kita? Berapa banyak kerja yang sebenarnya kita lakukan dalam sehari, dan masih complain soal gaji? Seberapa banyak dari kita yang sebenarnya tidak bekerja, bahkan cenderung menunda-nunda pekerjaan dan bahkan.. menghabiskan terlalu banyak waktu yang tidak efisien dan nggak produktif? Hmmm…saya juga gitu sih. hahahaha..

Intinya, bagaimana dengan impian kita? Kewajiban sering membuat kita untuk lupa akan sebenarnya apa yang bisa kita lakukan untuk diri kita sendiri.

It’s never too late to become what we might have been ..kira-kira begitu bunyi quote yang pernah saya dengar, dan mendadak terngiang di telinga saya terus menerus hari ini. Apa yang terjadi sebenarnya pada diri kita? Apakah segitunya kita nggak punya pilihan sehingga kita hanya bisa bekerja saja layaknya semut pekerja?

And then kemudian perhatian saya tersita pada sebuah buku, tentang Miss Indonesia tahun 2005, Imelda Fransisca. Di tulisan depan buku itu terpampang besar,”You can be anything and make changes.”

Apa yang terjadi? Langsung saja pikiran saya membantahnya. Ah iya, terang aja dia bisa, kan dia nggak ngalamin hal-hal yang saya alamin. Dan sejuta alasan atau excuse yang membuat saya membanding-bandingkan diri saya dengannya sehingga saya tidak bisa menjadi Miss Indonesia.

SADAR NGGAK APA YANG SAYA LAKUKAN BARUSAN? I make excuses for myself, for NOT being successful. Dan saya menyalahkan kondisi serta situasi yang saya alami, supaya saya nggak sukses.

Semua orang berhak untuk sukses, dan semua orang bisa sukses. Namun apa yang membedakan saya dari seorang Imelda Fransisca?

rediff Ruben Oviedo

Lihatlah foto diatas ini. Namanya Ruben Oviedo, dan ia mengenakan kostum Thor untuk pergi bekerja suatu hari. Setiap diri kita sendiri, adalah seorang Super Hero. Dan bukan mustahil orang yang berdiri di sebelah kita di stasiun commuter line, atau busway, adalah sebenarnya seorang Super Hero, yang dirinya nggak sadar akan kemampuan dan potensinya yang lebih.

Kita terlalu terbelenggu oleh rutinitas, sehingga kita lupa akan impian kita sebenarnya, dan lupa bagaimana membuat diri kita bisa berarti, bisa bermanfaat untuk orang lain. We tend to forget what we might have been. Apa kaar impian masa kecil kita?

Sesederhana memakai parfum Davidoff Coolwater dari orang asing saja bisa membuat hari saya luar biasa indah akan memori masa kuliah yang menyenangkan. What if, I could make a difference to more people by spreading kindness and happiness?Atau at lease ada ilmu atau sesuatu yang baik yang bisa kita kerjakan tanpa pamrih, sehingga sadar atau tidak hidup kita bisa berarti.

Lebih lanjut, saya melihat seorang Bapak tua pekerja yang usianya jelas duah diatas 70-an tahun, tapi masih harus berdagang, menjual sesuatu, yang bahkan katanya sudah ia lakukan puluhan tahun.

Tidak ada yang berubah dalam 50 tahun terakhir dalam hidupnya. And I don’t want a life like that. I want my life to be a better life, to have a purpose, dan nggak cuma sekedar menjadi semut pekerja yang bekerja saja pokoknya asal hidup, asal ada uang asal ada perputaran roda dan bisa bersyukur, hari ini saya bisa makan.

Atau mungkin, mungkin saja, memang ada beberapa orang yang hidupnya ‘sudah takdir’ akan menjadi seorang semut pekerja terus menerus. Yang bekerja tanpa passion, yang bekerja tanpa ambisi, tanpa tujuan, sehingga pada akhirnya, nggak akan pernah jadi boss besar atau pemimpin terkenal. Karena semata, zona nyamannya ya seperti itu.

Dan kadang, hal ini membuat saya bertanya sama diri saya sendiri, kalau saya bicara tentang saham, rekasadana, global ekonomi makro dan mikro Indonesia, semut-semut pekerja ini akan mengertikah? Atau malah takut? Atau malah tidak peduli?

And then it hits me. What makes us different is the believe that we put ourself to believe in. Sayangnya the society controls us and makes us believe what the society wants us to believe.

Layaknya dalam sebuah ruangan dimana semua orang memakai kostum Batman. Ketika saya masuk dan memakai baju kerja biasa, yang terlihat aneh dan berbeda sendiri siapa? Lain kalau misalnya justru saya yang tengah memakai baju Princess di dalam bus TransJakarta koridor satu.. eh tapi lucu kali ya? Kira-kira bagaimana ya nanti reaksi penumpang bus TJ tersebut?

Should we wait for things to happen to us, atau kita justru yang harus bertanggungjwab pada diri kita sendiri? Desire-kah yang bertanggung jawab? Keinginan kuat? Lingkungan? Atau apa?

Whatever that is, I would love to have an extraordinary life, more than this. And to do so, I know I have to put a little bit ‘extra’ work on that, just to have that ‘Extra’ ordinary life.

Please kindly ask yourself this: what would you do today, to make your day a better one, or make somebody else day brighter?

Jadi kalau suatu hari nanti teman-teman ada di bus TransJakarta dan melihat ada seorang wanita cantik memakai kostum Princess Snow White, please say Hi to me. I would love to hear your story. Bahkan bukan mustahil kita akan sharing session gratis tentang saham dan onvestasi reksadana. obligasi dan lain-lainnya secara gratis.

moviepilot

Hahahahahaha.. Lagipula, seru nggak sih kalau ada Princess atau Super hero di bus? And so I hope to make your day a brighter one 🙂 But then again, this is just my two cents.

Namaste

foto sumber : time.com, moviepilot.com, rediff.com

14 Comments »

  1. lies March 18, 2016 at 10:25 AM - Reply

    Aduh Mba…. Davidoff nya … sesuatu bgt hehe.

    • administrator March 21, 2016 at 5:07 PM - Reply

      Dan setelah 20 tahu berlalu masih bertahan ya di hati Mba Lies. huahahahahaha

  2. Hendri March 18, 2016 at 1:26 PM - Reply

    halo halo tan, ini ngomong2 soal Thamrin, saya jadi penasaran sama cowok yang di Thamrin itu tan, ga ada kelanjutan ceritanya tan di blog ini tan? hehehe

    • administrator March 21, 2016 at 5:03 PM - Reply

      Udaaaahhh,.. an udah aku hapuuusss… Hendri sih kelamaan ga baca blog akuuu.. judulnya waktu itu Say Something 2. Huahahahaah

  3. Hendri March 22, 2016 at 12:44 AM - Reply

    loh, itu kayaknya pernah baca dehh, tapi kaya gimana ya lupa akuu,

    kayaknyaaa ga mungkin deh tan soalnya tiap hari pasti buka ini blognya wkwkwk masa iya kelewat sihhh

    • administrator March 23, 2016 at 12:28 PM - Reply

      huahahahahahaha… aku taro bukan di headlines soalnya, jadi di bawah. Sengaja. Biar ngga too obvious. Hahahahaha
      Udah ah. Anggap aja ngga terjadi apa-apa. 😛

      • Hendri March 23, 2016 at 3:57 PM - Reply

        yahhh, penonton kecewa tan wkwk, tapi yasudahlah

        saya sebenernya seneng liat blognya tante, terutama artikel yang berisi kisah pribadi, contohnya kaya waktu temen temen tante blg saham unvr mahal, atau cerita cerita lain dah tan pengalaman, siapa tau menambah pengalaman saya wkkw

        • administrator April 8, 2016 at 8:36 PM - Reply

          coba buka http://www.rula.co.id deh Henry. Cari tulisan yang saya tulis. Ada beberapa artikel yang lumayan menarik yang bisa dibaca baca juga yang saya get personal. Dan iya, berdasarkan pengalaman pribadi kok 🙂

          ….sebagian ya

          • Hendri April 18, 2016 at 2:58 PM -

            loh itu web tante toh??

            saya sempet liat itu saya kira website tempat ngumpul para blogger cewek, ternyata punya tante tohh

            ok deh tan sipp hehe

          • administrator April 18, 2016 at 10:03 PM -

            Siapapun boleh nulis kalau di situ. Tapi iya, aku jadi Managing Editornya di sana. Jadi aku yang punya tanggungjawab penuh.

            Btw Hendri sudah baca Melody? 😛

  4. Hendri April 24, 2016 at 8:28 PM - Reply

    sorry baru liat tan, melody apa yah maksud tante???

  5. administrator May 1, 2016 at 12:57 PM - Reply

    Hendri: huahahahahahaha… asli ngakak sampe ga tahu njawabnya gimana..

    Hmm.. mungkin njawabnya gini kali ya.
    “People just don’t amuse me anymore. I do fall in love, but I’m also quickly falling out of love.”

    Trauma disakitin pernah, tapi bukan alasan supaya saya ga jatuh cinta juga kok #eaaaa

    I’m allergic to excuses and bullshits, jadi kalo udah masuk ranah situ ya bhay. Gombal juga udah ga mempan, karena saya juga pujangga.

    hmm… mungkin belom nemu aja kali ya orang yang bener-bener ngebuat saya ngerasa I am in love.. *kemudian ngakak sendiri*

    Hendri sssiiiiihhhh.. huahahahahahahahaha

    • Hendri May 2, 2016 at 8:51 AM - Reply

      Halo tan, saya mau curhat jg yahh tann

      jadi gini tan, kemaren saya tuh ada dekat sm seorang cewe nih tan, seru anaknya, kita udah makan bareng dan jalan gitu lah tan….

      terus tibalah kemaren saya ada add fb dia,

      disitu saya ada liat dia foto sama seorang cowo, terus ada mamanya cowo itu juga foto bareng….

      setau saya ini cewe jomblo kok tan, dan semua orang taunya juga jombloo kok tan

      cuma begitu saya tanya, saya bilang

      kamu udah ada cowo ya? gak enak kalau chat chat kesannya kaya ganggu pacar orang nnti

      dia jawab “That’s not ur bussiness”

      beh, disitu saya merasa udah deh tan kayaknya ini bukan jodoh saya, saya mundur aja deh,

      baru pertama kali saya ketemu cewe gini…

      ironisnya ini cewe paling manis dan paling cantik yang pernah makan bareng saya lohh,

      duh ga bohong tan, pipinya itu tembem bulet bagus deh tann,

      tapi juga cewe yang paling apa ya, tau deh susah dijelaskann

      hah, sekian tan, tapi saya senang, kemaren berapa hari galau, begitu dia bilang kaya gitu, galau hilang langsung, udah langsung sadar saya bukan jodoh saya ini….

      maap kalau ceritanya gaje tan, cuma butuhhh mengekspresikannn

      siapa tau tante mau cerita jg tentang kisah tanteeee hua

      • administrator May 2, 2016 at 9:39 AM - Reply

        ga akaaaann… huhahahahahahahaha

Leave A Response »